CATRA [ON GOING]

CATRA [ON GOING]

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 24, 2021
[SEBELUM MEMBACA, HARAP FOLLOW AUTHOR DULU YA!] Catra Raden Nagendra, lelaki dengan sejuta misteri. Dengan penampilannya yang terkesan goodboy bahkan bisa di bilang culun, dan selalu menjadi sasaran empuk untuk bahan tindasan para pembully di SMA Merdeka Bangsa. Namun siapa sangka di balik semua itu ia menyimpan sejuta rahasia yang membuat siapapun akan tercengang saat mengetahuinya. Namun bagaimana jadinya jika Catra jatuh hati dengan seseorang bergelar 'RATU BULLY' di sekolahnya? Gadis yang tidak pernah absen untuk membullynya. Gadis yang kabarnya masih terjerat dengan masalalunya. Semua orang tampak menjauhi Catra kala mengetahui kebenaran tentang dirinya. Termasuk gadis incarannya. Apa Catra masih bisa mendapatkan hati seorang pembully setelah jati dirinya terbongkar? Mau tau kelanjutan cerita mereka? Yuk baca! © 28 April, 2021
All Rights Reserved
#2
catra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cantika Story | Eunha x Eunwoo ✔
  • MISS SWEET BLACK (SEGERA TERBIT)
  • Possessive Badboy [END]
  • GALAKSA [End/Terbit]
  • DOUBLE SARA
  • Nerd Boy & Absurd Girl [END]
  • Fake Nerd Girl (COMPLETED)
  • ALEANGGA [On Going]

DON'T COPY MY STORY! "Jaket lo mana?" "Ada di tenda." "Kenapa gak pake?" "Lupa," Cantika hanya nyengir kuda yang membuat Rendi memutar bola matanya malas. Rendi langsung melepas jaket yang ia pakai. Kemudian ia berika kepada Cantika, "pake." "Loh? Gausah, lo pake aja. Gue gapapa." "Pake." balas Rendi penuh penekanan dan tatapan mata yang seolah tidak boleh di bantah. Melihat itu, ia hanya bisa mengangguk dan kemudian memakai jaket itu. Selesai ia memakainya, ia mengerucutkan bibirnya. "Gede banget," ia mengadu. Bagaimana tidak, jaketnya bahkan hampir menyentuh lututnya. Apa ini karena tubuhnya yang terlalu kecil, atau memang tubuh Rendi yang berbeda jauh dengannya. "Badan lo kecil." tandasnya. Cantika menganga tidak percaya, ia lagi-lagi dikatai kecil oleh Rendi. "Gue gak kecil ya, lo aja yang ketinggian." "Sama aja, intinya lo kecil," ia mengedikan bahunya cuek dan berjalan meninggalkan Cantika. #7 in mos [15 Januari 2019] #15 in ceritasma [9 Januari 2020]

More details
WpActionLinkContent Guidelines