Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
Kata dan Rasa

Kata dan Rasa

  • WpView
    Leituras 32
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, jun 12, 2021
WpInfo
Ficção
Romance
Gimana jadinya kalo punya sahabat yang peka banget plus agresif & nyablak abis. Sedangkan kamu tipe orang yang bicara kalo diajak bicara tapi nekad masuk organisasi OSIS bareng temenmu itu. Tapi kamu punya sifat yang care serta open minded di dunia maya. Namun, sifatmu yang pasif terhadap orang baru tapi bijak saat orang curhat ke kamu, diam diam hal tersebut menarik perhatian seorang cowok, lebih tepatnya ia adalah kakak kelasmu. Plus plusnya lagi cowok tersebut banyak penggemarnya. Sedangkan kamu punya prinsip yang nggak semua orang lakuin di zaman milenial ini. Yakin hatimu nggak goyah. Iya, kamu disini adalah pemeran utamanya. Menjadi Keyvita Laras Senja.
Todos os Direitos Reservados
#1
prinsiphidup
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • GHAVARI
  • The Queen of My school
  • Love To Remember [Completed] ✔
  • Romantika Anak OSIS
  • SURAT CINTA UNTUK DARA
  • Cinta Sang Mafia
  • Transmigrasi: Love Punch
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo