30 Detik Cahaya Terbit di Langit

30 Detik Cahaya Terbit di Langit

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 3, 2021
"Please, gue cuma minta 30 detik lo khusus buat gue, Ga" Mentari menatap Dirga sendu, ia bertekad untuk jujur sekarang juga. Seandainya setelah ini Dirga memilih untuk menjauhinya, walau dengan berat hati Tari akan memahaminya. Dirga kemudian berhenti menuruni tangga dan menatap Tari serius, udara malam yang dingin sehabis hujan membuat Dirga semakin merapatkan jaketnya seraya menunggu hal yang ingin dilakukan Tari. Gadis itu berdiri satu tangga lebih tinggi dari tangga yang dipijaki Dirga, mencoba mensejajarkan tinggi mereka walau tetap saja Dirga jauh lebih tinggi darinya. Tanpa aba-aba, Dirga sama sekali tidak menduga gerakan Tari yang menarik kerah jaketnya kemudian dengan berani menempelkan bibirnya tepat di bibir Dirga. Dirga hanya berdiri kaku, terlalu terkejut dengan kejadian tersebut, hingga akhirnya tersadar lalu melepas ciuman dadakan tersebut. "Masih ada sebelas detik Dirga" Tari kembali menarik kerah jaketnya, kemudian kembali mencium Dirga yang belum siap dengan serangan dadakan berikutnya. Malam ini, Mentari memutuskan untuk mengambil langkah paling berbahaya yang tidak pernah dilakukannya. Dan tentunya, ia sadar akan konsekuensi yang akan ia terima setelah tiga puluh detik ini berakhir. Keluar dari zona pertemanan yang telah mereka jaga 15 tahun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Emotion Love
  • Friend Zone ! [END]
  • Pertemuan Terakhir
  • Bertaut Rasa (Gratis)
  • Love Mistake
  • Dia Pacarku! (21+)
  • Lean On Me [END]
  • Friendlove

"Apa yang kau lakukan Anye?" Tanya orang itu dengan angkuhnya. Anye. Gadis itu tidak bergeming di tempatnya. Pandangannya buram. Bukan ini yang ia pikirkan. Apa begini cara memperlakukannya setelah ia mengatakan mencintai laki-laki itu. Bukankah ini terlalu kejam. "Apa yang kau lakukan Anye?" Laki-laki itu mendekat. Menarik lengannya hingga Anye tersentak mendekat ke arahnya. "Apa kau berpikir jika semua kebaikanku berarti aku mencintaimu?" Lanjutnya kejam. "Aku..." Anye kehabisan kata-katanya. "Kau bilang.. bukan..." "Katakan yang jelas Anye. Aku tidak mendengarmu." Bisiknya tepat ditelinga gadis itu. Menahan suaranya agar tidak mengerang. Anye, gadis itu terdiam. Membiarkan nafas laki-laki itu menggelitiki telinga sampai ke lehernya. "Apa kau tidak pernah sekalipun menyukaiku?" Tanya Anye tertahan. Hardin tersenyum miring. "Pernah. Tentu aku menyukaimu Anye." Sesaat dada Anye terasa sedikit lega sebelum akhirnya laki-laki itu melanjutkan kata-katanya. "Kau baik. Aku menyukaimu sebagai teman yang mau berbagi keintiman denganku. Seperti ini....... Next to the story→ #1 adult 27/1/22 #1 mature 27/1/22 #5 romance 6/2/22

More details
WpActionLinkContent Guidelines