(up kalo mood saja)
"dean kalo diliat liat pas lagi tidur gini manis ya"-vey.
"Emng nya aku manis kan"-ucap dean dengan suara ciri khas bangun tidur nya.
Vey yang terciduk itu pun merasa malu,ia memutuskan untuk pergi dari kamar nya sekarang juga
"Mau kemana?"ucap dean sambil menarik tangan vey,vey yang tidak bisa menahan keseimbangan nya itu pun terjatuh di dada bidang dean.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
"Iya karena aku emang hanya sebagai pemuas nafsu kmu doang yang dengan gampang kamu bujuk bujuk terus kembali nurut sama kamu, iya kan" ia meninggikan suara dihadapan lelaki itu dengan penuh emosi dan air mata mengalir di pipi
"Kalau aku hanya jadiin kamu sebagai pemuas nafsu terus buat apa aku lawan orang tua aku sampai minggat dari rumah terus bawa kamu kesini, hah buat apa coba aku perjuangin semua itu kalau hanya sekedar nafsu" Ucap Devan dengan penuh penekanan dan tak kalah emosi
"Hei sahabat! Apa kabar? masih ingat kah kalian padaku? aku yang kerap kalian juluki krempeng, yang kerap kali kalian hina akibat kelebihan jari yang kumiliki, yang selalu membuat wajah-wajah murung kalian tersenyum karena banyolan banyolan bodoh ku"
"Maaf! beribu maaf untuk kalian, hanya karena ia aku sempat melupakan kalian, melupakan betapa berartinya kalian untukku"
"gua suka sama lo ngit tapi gua diem karena ga mau persahabatan kita luntur"
"gua udah lama suka sama lo tar tapi gua ga bisa ngungkapin semuanya karna gua tau lo cuman suka sama azka"
monolog kedua sejoli yang sedang sama sama melamun.
"Kenapa baru sekarang?"
"Maaf, sekarang gue nggak bisa nerima lo lagi. Mungkin lo sebaiknya sama Pasha, gue juga tau kalo Pasha nembak lo dan lo gantungin dia. Sekali lagi maaf ada hati yang harus gue jaga sekarang."
Setelah itu Fandi pergi meninggalkan Enzy di lapangan sambil membawa bola untuk ia kembalikan ke ruang olahraga. Fandi pergi bersama Ishma yang dari tadi mematung memperhatikan mereka dari luar lapangan.
Dari kejauhan Enzy menatap nanar punggung Fandi dan Ishma yang berjalan berdampingan. Ada rasa sesak didadanya, ada rasa sakit yang ia rasakan saat ini. Mungkin ini adalah karma yang Tuhan berikan padanya, karena telah menyia-nyiakan seseorang yang pernah menyayanginya beberapa waktu lalu.
Enzy mengerti ini adalah salahnya, tapi mengapa Fandi begitu cepat melupakan perasaannya.
[FOLLOW DAN VOTE SEBELUM MEMBACA]
"Dunia itu tempatnya meninggalkan dan ditinggalkan. Karena pada intinya semua akan pergi jika sudah waktunya."
[ cerita ini murni hasil fikiran saya. maaf jika ada kesamaan alur, nama tokoh, tempat, dan lain-lain]
Aaaaaahhgggrrr,,!!!Tolong jangan pergiii ,Kumohoonnnn,,!!Teriak Amelia.Seketika itu dia terbangun dari mimpinya Sambil mengusap wajah dengan kasar ,"Huff,,Ya ampunn kenapa mimpi itu muncul lagi
....