Silent Hope (ON GOING)

Silent Hope (ON GOING)

  • WpView
    MGA BUMASA 43
  • WpVote
    Mga Boto 6
  • WpPart
    Mga Parte 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Mar 17, 2021
"zaina." panggilnya menyadarkan lamunanku . " hidup gak melulu harus tentang masa lalu . Gak mungkin kan harus stuck disitu aja. Laju perjalanan itu ke depan bukan memutar arus balik laju. So harus terus berjalan kedepan, pasti ada yang lebih baik dan lebih baik lagi." Jujur aku tidak tau harus menanggapi seperti apa, pembawaan nya yang tenang dan dewasa membuat selalu ingin aku nikmati seperti ice greentea yang ada didepanku saat ini. Rasanya ingin ku ambil buku dan langsung menulis menggambarkan senyumnya saat ini untuk ku abadikan. Karena dia erza. Erza pramudia. Hari itu ku kira erza benar. Namun nyatanya tidak semudah mengedipkan kelopak mata. Aku. Yang tenggelam dalam kenangannya. -Zainara Daima Fateen
All Rights Reserved
#31
silent
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Reyhan dan Arsya [Completed]
  • [END] Blind Rainbow
  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • G.H.E.A ✔[END]
  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • Upside Down
  • Kasat Rasa [Ongoing]
  • KEPERGIAN SENJA
  • The Fate Of My Life (END)

[Sequel Chatting With Reyhan] 🌞 Disarankan untuk membaca cerita Chatting With Reyhan terlebih dahulu🌞 Reyhan tidak suka dengan orang yang berbicara seperti burung beo, alias berisik. Reyhan lebih suka ketenangan, rumput hijau dengan langit biru sebagai peraduan, sangat menyenangkan. Tapi anehnya, dia memilih pacar dengan suara super berisik yang memekakan gendang telinganya. "Oh, iya. Arsya hampir lupa. Erm, Arsya pengen martabak, Reyhan tolong beliin yah. Di rumah sepi, mana Arsya laper, lagi. Tolong beliin Arsya martabak yah Reyhan." "Hanya itu?" "Iya, Reyhan. Nanti anterin ke rumah Arsya yah, martabaknya." "Iya." "Makasih, Reyhannya Arsya." "Iya." "Kok iya-iya mulu sih, jawabnya." protes Arsya. "Terus? Mau jawab apalagi?" "Nggak tau, terserah Reyhan lah." Arsya mencebik kesal. Pasalnya, kalimat yang ditunggu-tunggunya tak kunjung hadir di indera pendengarannya. "Kok Reyhan malah diem sih, jangan bikin Arsya kesel deh. Reyhan tuh yah--" Tut... Tut... Tut.. (Gambar cover diambil dari google)

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman