Silent Hope (ON GOING)

Silent Hope (ON GOING)

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 17, 2021
"zaina." panggilnya menyadarkan lamunanku . " hidup gak melulu harus tentang masa lalu . Gak mungkin kan harus stuck disitu aja. Laju perjalanan itu ke depan bukan memutar arus balik laju. So harus terus berjalan kedepan, pasti ada yang lebih baik dan lebih baik lagi." Jujur aku tidak tau harus menanggapi seperti apa, pembawaan nya yang tenang dan dewasa membuat selalu ingin aku nikmati seperti ice greentea yang ada didepanku saat ini. Rasanya ingin ku ambil buku dan langsung menulis menggambarkan senyumnya saat ini untuk ku abadikan. Karena dia erza. Erza pramudia. Hari itu ku kira erza benar. Namun nyatanya tidak semudah mengedipkan kelopak mata. Aku. Yang tenggelam dalam kenangannya. -Zainara Daima Fateen
All Rights Reserved
#24
mantanterindah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Upside Down
  • KEPERGIAN SENJA
  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • Kasat Rasa [Ongoing]
  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • TWINS DISASTER (END)
  • The Game
  • [END] Blind Rainbow
  • Whispers of melody
  • Juan (COMPLETED)

"Gue kasih tawaran, lo terima, kita pacaran." Riki dan Ami pacaran. Itu hal yang mustahil, seperti mustahilnya air menyatu dengan minyak. Persaingan tak kasat mata antara siswa jurusan IPA dan IPS justru tak menggentarkan langkah Riki untuk tetap berada di sisi Ami. Resiko besar yang dihadapinya adalah tidak dipercaya lagi oleh teman-temannya sebagai komandan siswa IPS. Riki suka pada Ami, tapi dia ragu apakah Ami juga suka padanya? Atau menganggap ini hanya kesepakatan antara dirinya dan Ami? "Aku terima kamu." Dia menatap Ami tak percaya. "Seriusan lo?" Dia dan Riki pacaran. Ya, dia dan laki-laki itu... Tidak! Ami tidak pernah benar-benar menerima tawaran untuk jadi pacarnya. Ami suka pada laki-laki lain, bukan dia. Permusuhan siswa jurusan IPA dan IPS sudah seperti musuh bebuyutan, entah sejak kapan dimulai. Lagipula Ami ada di pihak netral. Bukan karena laki-laki yang disukainya pun ada di pihak yang sama, tapi lebih karena Ami tak suka keributan. Namun, Ami tak bisa tinggal diam saat Riki tak lagi berada di sisinya. Kebencian perlahan membakar hatinya, lebih dari yang ia bayangkan. Hingga ia tidak menyadari telah membuat laki-laki itu hilang dari sisinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines