DIGNITY
  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 26, 2022
Kerasnya kehidupan jalanan membuat pemuda bermata coklat ini terbuai dalam kehidupan yang kelam. Semuanya ia lakukan untuk bertahan hidup, sembari menikmati sisa hidupnya. Hingga pada akhirnya pemuda itu menemukan seorang pujaan hati yang bisa merubah hidupnya menjadi lebih bermakna. Namun hal itu tak berlangsung begitu saja, banyak rintangan yang akan mereka hadapi selanjutnya. Mulai dari kebangkrutan, kejaran polisi, hingga kematian tengah mengintai dua insan tersebut. Inilah kisah Arya Magesta, seorang pemuda pendiam yang hidup sederhana dan menyukai tantangan. ° Balas dendam terbaik adalah pembuktian ~Arya Magesta ° Cerita ini mengandung kehidupan kelam serta kenakalan remaja di usianya, kata-kata kasar, dan mungkin kegiatan berbahaya yang tidak untuk ditiru. Cerita ini ditulis berdasarkan pemikiran dan imajinasi saya sendiri, apabila ada kesamaan nama, tempat, dan unsur lain merupakan hal yang tidak disengaja. ° Terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini, saya sebagai author mengucapkan terimakasih. ° Adios
All Rights Reserved
#155
balap
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BEHIND THE NOISE : US
  • MEZOREN [Tamat]
  • Rindro (SELESAI)
  • Secercah dari Segalanya
  • PRETTY.DANGEROUS.SAVAGE {✓}
  • Trasmigrasi Queenzee
  • ZICO DEVANIO

Di balik gemerlap kota yang tak pernah tidur, ada dua jiwa yang saling menemukan dalam diam dan pelan. Arya, lelaki yang memilih sunyi di tengah kebisingan dunianya, dan Nina, gadis sederhana yang menyimpan cahaya dalam luka-lukanya. Mereka bertemu bukan dalam gemuruh cinta yang meledak-ledak, tapi dalam tatap mata yang saling memahami, dalam genggam tangan yang tak banyak bicara, tapi menenangkan. Kehidupan mengguncang mereka dengan kehilangan, dengan sakit yang tak terlihat, dan dengan beban yang tak selalu mampu dibagi. kesedihan, dan tangis yang jatuh di malam-malam sunyi. Tapi dalam setiap retak itu, cinta mereka menjelma menjadi pelipur, menjadi payung di tengah badai, menjadi pelukan yang tidak menuntut apa pun selain kejujuran. ini adalah kisah tentang bertahan, tentang mencintai tanpa pamrih, dan tentang rumah yang tak selalu berupa tempat. kadang, ia hanya seseorang yang duduk di sebelahmu, menyalakan lilin aroma terapi, dan berkata: "Aku di sini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines