Fr+Asa

Fr+Asa

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 1, 2021
Satu kisah tentang seorang gadis yang terlalu lelah untuk mencintai. Tentang satu rasa yang mungkin terllau sulit untuk diulang kembali. Dia yang terlalu diberi ruang untuk menjadi pembuka malah dengan senang hati merusak kepercayaan dan tentang dia yang terllau pasiv untuk menunjukkan arti kata juang. Dia yang terllau malu untuk memulai hingga menimbulkan banyak frasa negatif dan berakhir sendu. Hingga kemudian satu asa datang kala sang hati sudah membaik, menawarkan secercah harapan baru dengan segudang frasa baru yang suka rela untuk disimpan. Banyak kesulitan hingga selah rintang yang mencoba menjerat tetapi seakan enggan, frasa ini terus mencoba memproyeksikan diri, tak peduli mungkin didepan sana ada mosnter besar yang siap melahapnya. Yang pasti, kalimat juang masih ia pegang dengan erat, setidaknya sampai satu asa yang lemah itu mungkin bangkit untuk saling menuntun. Kisah sendu ini mungkin akan terus berlanjut, dengan satu hati yang masih menuntun masa lalu dan satu hati lainnya yang siap menuntun ke masa depan. Tak banyak yang diharapkan apalagi dipertontonkan. Terllau banyak kesakitan akan membutakan tetapi terllau lama membiarkan juga siap akan kehilangan. Dikisah ini akan duduk seorang gadis bernama Maria dengan celoteh bodohnya akan masalalunya, Andra. Pemuda dari masalalu dengan keegoisan baiknya yang sellau mengajak bermain hati Maria. Dan seorang pemuda manis lainnya, Satya pemuda baik hati yang selalu siap diacuhkan. " Satya kamu tau kenapa jalan setapak selalu meninggalkan bekas saat langkah kaki menapakinya sehabis hujan" Satya menoleh, memperhatikan Maria dengan senyum tipis nyaris tak terlihat. " kenapa?" bisiknya. Sejenak Maria menoleh, memberikan seuntas senyum tipis sebelum menjawab, " karena dengan bekas langkah itu orang selanjutnya yang melintas dapat tau bahwa ia tak boleh mengikuti langkah yang sama dengan orang sebelumnya".
All Rights Reserved
#151
fullsun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Frozen Heart [HIATUS]
  • Resital Sunyi (End)
  • When Mr. Bossy Falling In Love
  • The Guitarist
  • Love Is You (Tamat)
  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • Because I'm Stupid (End)
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • ANGGI MAHARANI
  • AKU MENERTAWAKAN LUKAMU? || TAMAT

❆ 'Karena dingin itu menenangkan' Bukan, bukan istilah untuk dinginnya seorang Anskara. Sikapnya yang cuek, perilakunya yang kasar, dan cara bicaranya yang kadang menyakitkan tentu bukan hal yang menenangkan. Tapi perihal dingin yang mungkin bisa menjadi alasan 'dia' bertahan. Perihal dingin yang dianggap bisa menyembuhkan. ________________ "Kamu itu kaya es batu, beku, dingin, keras, tapi aku suka." • • Ini tentang masalah hati yang tak kunjung terselesaikan. Hati yang terlanjur beku. Sulit untuk seorang Flowerrina menemukan sedikit cinta, untuk balasan dari perjuangannya. "Hatimu yang beku membuatku hampir menyerah." Anskara itu kasar. Anskara itu keras. Anskara itu dingin. Anskara itu luka. Tapi, Flowerrina mencintainya. Bukan tentang cinta yang datang karena terbiasa. Tapi karena luka yang membuatnya menjadi biasa. Bertahun lamanya menoreh luka, cukup bukan untuk membuatnya mati rasa? "Jadi, bolehkah aku memberi kehangatan untuk hatimu yang membeku? Karena hatiku sudah terlatih untuk menjadi sekuat baja dan setegar karang." - Flo, gadis pecandu es batu. ___ {don't copy my story or my quote!} ©milaakharima

More details
WpActionLinkContent Guidelines