KHALILA ( ON GOING)

KHALILA ( ON GOING)

  • WpView
    Leituras 10,542
  • WpVote
    Votos 79
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadMaduroConcluída ter, fev 14, 2023
WpInfo
Ficção
Romance
"Lila gak mau Hamil lagi mas, melahirkan sakit, hiks hiks" isak Wanita itu sambil meremas ujung daster nya. "sttt" Khalil meletakkan Satu Jari nya di bibir Lila. belum genap satu Tahun usia Lian putra pertama mereka Khalil sudah membuat istri nya Hamil lagi. "berhenti merengek, kamu akan melahirkan setiap tahun nya, siapa suruh mau menikah dengan ku" Khalil menghapus air mata Lila. Lila semakin banyak mengeluarkan air mata, entahlah, selama pernikahan yang ia jalani bersama Khalil, pria itu tidak pernah mencintai nya sedikit pun, salahkah ia menerima perjodohan itu, disaat wanita lain seusia nya sedang menempuh pendidikan dan berjuang dengan cita cita nya Lila harus mengandung dan membesarkan satu anak lagi. "kamu juga tau dari awal aku tidak menginginkan pernikahan ini, berhenti menangis, aku muak"
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Love Is You (Tamat)
  • Bukan ZONK!
  • Love, Anastasia
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Dear, Mas Duda
  • 2 Minus 1 [END]
  • Oh My Baby Girl, Im Sorry!!!
  • Because I Love You ( TAMAT  )

Gadis pertama berdiri tegang melihat gadis kedua terduduk lemah di atas kursi roda. Wajah gadis kedua pucat. Ada kesakitan yang merayap di wajah gadis itu. Namun dia berusaha menyembunyikannya dengan memalingkan wajah. Gadis pertama masih shock sejak di IGD tadi dokter jaga menjelaskan bahwa kandungan gadis kedua tidak bisa dipertahankan lagi akibat perdarahan yang dialaminya. Gadis kedua hamil? Gadis kedua mengandung sebuah janin? Siapa... siapa yang melakukannya? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di kepala gadis pertama. Semua kebingungan dan kepanikan bercampur menjadi satu. Tidak tahu harus berkata apa. Tidak mengerti harus bertanya apa. Dia hanya diam membeku seperti orang bodoh. Tapi tatkala melihat raut wajah gadis kedua, gadis pertama tidak ingin bertanya apa-apa lagi. Apalagi ketika melihat gadis kedua menekuk perutnya karena sakit saat diminta berbaring di sebuah ranjang ginekologi, gadis pertama merasa iba. Belum hilang kebingungan mereka, pertanyaan seorang perawat malah membuat keadaan semakin menegangkan. "Di mana suaminya?" tanya perawat itu dengan suara datar. Sepertinya perawat itu sudah bisa mengira apa yang terjadi ketika ada seorang pasien yang datang bersama teman-temannya. Bukan keluarganya. Gadis pertama memandang gadis ketiga yang sedang berdiri di sudut ruangan. Gadis ketiga pun terdiam membeku tidak menjawab sepatah kata pun. Tapi matanya meredup lalu menundukkan kepalanya. Siapa suami gadis kedua? Menikah pun dia belum! Lalu sebuah suara lelaki menyentakkan mereka. Spontan mereka menoleh dan terkaget-kaget melihat siapa lelaki itu. "Saya suaminya." Bersamaan gadis pertama dan gadis ketiga melihat gadis kedua dengan ketegangan yang memuncak. Seolah menanyakan kebenaran jawaban lelaki itu. Tapi sayangnya gadis kedua memilih untuk berpaling. Lalu setetes air mata membasahi pipi gadis kedua. Melihat air mata itu, gadis pertama tidak perlu lagi bertanya. Dia sudah mengerti semuanya. Lalu tiba-tiba hatinya terasa sakit. Amat sakit.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo