We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Hari-hari Menanti Kedatangan mu

Hari-hari Menanti Kedatangan mu

  • WpView
    Reads 225
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 6, 2021
WpInfo
Poetry
Jika 'PROSA' adalah karya tanpa kunci yang saya ciptakan, maka 'Hari-hari Menanti Kedatangan mu' adalah karya yang saya ciptakan melalui satu sosok yang masih dinanti. Entah bagaimana akhirnya nanti, saya hanya ingin memberitahu bahwa saya pernah begitu menanti kehadiran mu, meminta pada tuhan, hingga menuliskan banyak hal tentang mu dengan suka rela hingga dimana takdir yang akan membawakan jawaban nya pada saya. Berakhir bahagia atau berakhir tak bersama kah pada akhirnya. Kita mungkin sama, menanti banyak hal yang tak pernah benar-benar kita ketahui apa dan siapa sebenarnya. Menjadi begitu takut namun juga mendebarkan ketika pada akhirnya kita mampu mengatakan "Ahh ternyata dia sosok nya." Jadi izinkan penantian kalian ditemani oleh kata-kata didalam ruang ini. Hingga nanti kita sudah menemukan sosok nya, mungkin kisahnya memang sudah harus diselesaikan. Kata ku hanya satu, kali ini. Kisah ini akan begitu panjang dan kita akan melewati banyak waktu, tahun, dan keadaan bersama. Jadi tolong tetap baik-baik saja sampai kisah ini mampu mengucapkan selamat tinggal dengan seharusnya. Salam Cinta, 'Saya yang Menanti Kedatangan mu'
All Rights Reserved
#56
amatir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • PROSA
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Aksara Tak Bertuan
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • AKU KAMU DAN WAKTU

Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines