I Wanna Speak

I Wanna Speak

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 13, 2021
"Agar mereka bisa menerima ku, aku turuti apa yang mereka perintahkan aku pun memberikan apa yang mereka inginkan termasuk harga diri ku hiks.. hiks... Lantas kini apa lagi? Apakah aku harus memberikan nyawa ku juga hiks.. hiks...?" HUH... Wati menghembuskan napas berat, air matanya meluap tak terbendung, dadanya terasa sesak. Dug.. dug.. dugg Terdengar keras suara tangan yang mengepal memukul-mukul dadanya. Dalam ruangan sempit dia hadapkan dirinya pada dinding di salah satu sudut, dia meluapkan semua kekesalannya, mengoceh dengan lantang tanpa henti, memaki dan menghardik pada dinding, aneh? Tentunya, karena sejak duduk di bangku SMP dia memiliki kebiasaan, yang unik. Wati Nugroho Astuti, itu nama lengkapnya remaja yang baru saja merasakan bangku SMA ini sangat lugu dan pemalu, temannya sering menyebut ia cupu. Dia memiliki tubuh yang kecil, pendek, serta kulit yang cenderung coklat penampilannya sederhana namun, di mata kebanyakan orang itu buruk hingga membuatnya dijauhi banyak teman, terlebih lagi ia tak bisa bicara.! Jangan kaget! Dia tidak bisu, hanya saja tak mampu bicara di depan umum. Sekalinya ia paksakan pun, ia hanya bisa bicara gagap. Beda halnya ketika ia berbicara dengan tembok. Rasanya ia manusia paling tidak beruntung di muka bumi ini, entah kesialan apa lagi yang akan menimpanya, semenjak masuk di Sekolah Menengah Atas ia berusaha untuk mengubah dirinya, melakukan segala sesuatu di luar kemampuannya agar teman-temannya bisa menyukainya. Apakah usaha Wati akan berhasil? *** Yukk kita baca kisah Wati, akan banyak nilai kehidupan yang dapat kita ambil. Jangan lupa follow sebelum memulai membaca:) Happy Reading Guys.. Update setiap Sabtu dan Minggu
All Rights Reserved
#205
pemalu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • YUKI ( yang mereka tertawakan )
  • ARKALYA (END)
  • (Eks-In) Trovert || END
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • ADIRA✔ [PROSES PENERBITAN]
  • Trust
  • "MIRACLE"  ✔(COMPLETE)
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)

Di hari pertama sekolah, Yuki duduk di pojok kelas, nunduk, nggak ngomong. Nggak senyum. Nggak nanya. Nggak nyapa. "Autis," bisik temen-temen. Lalu jadi lelucon. Dia nggak ngerti kenapa mereka ketawa pas dia nggak ngerti giliran baca. Nggak ngerti kenapa mereka narik kursinya waktu dia mau duduk. Nggak ngerti kenapa semuanya kayak berlomba-lomba bikin dia salah. Tapi yang bikin gue ngeri - dia nggak pernah marah. Yuki cuma diam. Setiap hari. Sampai akhirnya, dia ngomong ke gue. Pelan. Kaku. Kayak takut. "Kamu... nggak jijik?" Gue nggak tahu harus jawab apa. Karena sejujurnya - gue telat sadar. Ini bukan cerita tentang jadi pahlawan buat orang kayak Yuki. Ini cerita tentang gue... yang diem aja saat semua orang ngerusakin dia pelan-pelan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines