SEKAR
  • WpView
    LECTURAS 206
  • WpVote
    Votos 26
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadConcluida sáb, jul 3, 2021
Sekar gadis ceria yang pandai dalam menutupi semua kesedihan nya, pantang menyerah dalam mengejar sosok laki-laki yang di nilainya sangat baik dan bisa menjadi tempatnya untuk bersandar di kala kesedihan itu hadir "Setidaknya aku pernah berjuang untuk menggapai perasaan mu, meskipun sekarang aku sadar aku lelah tapi kamu adalah alasan untuk aku tetap hidup" Adinda Sekar Pratiwi,- "Sampai kapan pun lo gabakal bisa ngebuat gue jatuh cinta sama lo" Awan Pradipta,- Sejahat-jahatnya dirinya dulu, ia masih tetap memiliki perasaan dan akan merasakan yang namanya penyesalan yang membuat dia sadar bahwa ada orang yang benar-benar mencintainya. Haiii jangan lupa baca cerita kedua aku wkwkwk, yaa gapapa sih kalau gaada yang baca semoga aja kebaca entah kapan tapi aku tetep berusaha buat nulis ide-ide cerita lainnya.. Selamat membaca jangan lupa Follow dulu ya heheh ..
Todos los derechos reservados
#876
duka
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ALVANSA [Completed]
  • GHATAN
  • AURORA
  • DAKSA [END]
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • DAVARA
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • ALSYA

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido