TwoKanvret

TwoKanvret

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 13, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Ini bukan cerita cinta antara dua insan yang saling mencintai Bukan juga cerita tentang perjalanan cinta yang dipenuhi lika- liku ini tentang Dua makluk Tuhan yang memiliki sifat dan perilaku hampir sama. Ada saja kelaukuan keduanya yang membuat orang lain emosi. Dua orang Yang sudah bersahabat sejak kecil. kemana-mana selalu bersama. jangan pikir keduanya memiliki perasaan lain dari sekedar sahabat. ini real persahabatan yang akan membuat kalian berpikir 'kenapa tidak bersatu saja' Disini kalian akan mengetahui bahwa bersahabat antara lawan jenis tidak semua melibatkan perasaan yang lebih dari pada sekedar sahabat. CERITA PERTAMA SAYA JADI TOLONG JANGAN LUPA DI VOTE.
All Rights Reserved
#34
pertama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • [☑️] Love with Innocent Girl
  • Friend In Love
  • KEPERGIAN SENJA
  • Davidson || END
  • ARFANAZ (COMPLETED✓)
  • GHAVARI
  • Kumpulan Cermin
  • Certainty [REVISI & TERBIT]
  • Cinta Selamanya [E N D]

Sekolah. Sekedar- ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka yang menggerogoti jiwa pelan-pelan. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines