The Less Fortunate Girl [Completed]

The Less Fortunate Girl [Completed]

  • WpView
    Leituras 74
  • WpVote
    Votos 30
  • WpPart
    Capítulos 30
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, set 21, 2025
A story by arnaaz_ Akara Adymasta hanya ingin diakui ayahnya saja. Namun, mendapat perhatian beliau saja tidak pernah. Apa yang dia perjuangkan atas nama ayahnya hanya dianggap angin lalu saja, kecuali uang gajinya. Akara hampir menyerah, jika saja cowok berparas tampan itu tak datang memberikan tawaran. Cowok pemilik geng Adeath itu, Akara sebut keberuntungan adalah kesialan juga. Beruntung atas setiap detik yang menghasilkan uang dari perintah cowok itu, sedangkan kesialan yang ia terima adalah menanggung kebencian para warga sekolah. Namun, sisi lain yang tak dia bantahkan adalah dirinya menikmati setiap detik bersama Reynald Laksamana. Sejauh dia dekat dengan cowok itu, dia hanyalah sosok egois yang memanfaatkan siapa pun yang menguntungkannya. Akara mulai bertanya-tanya, apa cowok itu melakukan hal serupa padanya? Start: Rabu, 24 Februari 2021 Finish: Selasa, 29 Juni 2021
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo