Sagara tumbuh dalam bayang-bayang kakaknya yang sempurna dan kematian ibunya yang tak pernah bisa ia mengerti. Di usia lima belas, ia dikenal sebagai anak nakal pembawa masalah. Tapi tak banyak yang tahu, di balik sikap kerasnya, Sagara adalah siswa berprestasi dan bintang lapangan basket... yang diam-diam menanggung luka tak terlihat. Senandika, sang kakak, selalu menjadi panutan keluarga. Pintar, penurut, dan "sempurna". Tapi di balik kesempurnaan itu, ia menyimpan lelah yang tak pernah boleh ia tunjukkan. Ia adalah anak sulung yang dituntut menjadi kuat, bahkan ketika hatinya perlahan-lahan retak. Jaendra, sang ayah, mencintai kedua putranya-namun dengan cara yang mungkin salah. Cintanya pada Sagara tertahan oleh rasa bersalah, dan cintanya pada Senandika berubah menjadi tuntutan yang membebani. Dalam diam, ketiganya saling menyakiti... tanpa benar-benar saling membenci. Ketika salah paham, perbandingan, dan luka lama terus menumpuk, Sagara mulai kehilangan arah hingga mulai hancur.
More details