101
  • WpView
    Reads 2,658
  • WpVote
    Votes 1,279
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 21, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Bukan nomor kamar hotel ⚠️ Kurus▪Gendut▪Kurus Ketika ketiga gadis berjalan beriringan, mata yang menangkap mereka seperti melihat visualisasi angka 101 secara nyata. Terdengar body shamming, tapi--bukankah body shamming itu sudah sangat biasa? Apalagi dikalangan para tetangga. "Matahari itu panas, walaupun dia pergi setiap hari--sudah dipastikan dia datang lagi besok. Kalo pelangi? Kalau dia sudah pergi--kita gak tau kapan pelangi bakalan dateng lagi." "Jadi--jangan cari teman seperti pelangi. Carilah teman seperti matahari, datang setiap hari. Walaupun ada kalanya dia pergi, bisa dipastikan datang lagi." Pertemanan yang mereka jalin mengalir begitu deras seperti air yang mengalir tanpa diketahui kapan bermulanya. Valonia Jasmine, Sophie Marvella Soe, dan Khalesya Shafwa tak hanya menjalin pertemanan saja, tetapi juga menyelesaikan masalah mereka secara bersama. Apakah mereka bisa menyelesaikan masalah-masalah mereka dengan baik? --atau bahkan berakhir dengan sebuah tangisan air mata? * --The unplanned will be more fun than the planned. cocomow 21307
All Rights Reserved
#13
kisahsekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CLASS F
  • HSM 1: OLYMPIADS [END]
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • Gadis Brengsek✔
  • MY PERFECT LECTURER✓ [COMPLETED]
  • ANTARA KITA DAN CERITA
  • Strange Girl  ✔️(Revisi)
  • Find A Way to My Heart (SUDAH TERBIT)
  • Cinta Diantara Sahabat [COMPLETED]
  • Renata Keyla ✔
CLASS F

Kelas F di mata penghuni sekolah : 1. Kumpulan anak dengan IQ jongkok. 2. Penghuni tetap ranking 20 terbawah di jurusannya. 3. Solidaritas dalam kelas nilainya F alias fana. Nyaris tidak pernah tercipta. 4. Trouble maker alias parasit sekolah. 5. Para pemilik masa depan kurang jelas. Perihal pernyataan di atas fakta atau bukan, itu tergantung cara kalian memandangnya. Yang jelas, anak-anak itu tidak peduli, atau memilih untuk masa bodoh dengan penilaian manusia-manusia yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Mereka tidak peduli dengan nilai ulangan yang tidak mencapai KKM, dengan materi pelajaran yang diberikan guru, dengan PR yg harus dikumpulkan tepat waktu, dengan tata tertib dan aturan yang tidak boleh dilanggar, juga tentang ujian nasional yang katanya menentukan masa depan. Hingga suatu hari, sang wali kelas terancam dipecat karena dianggap gagal mendidik mereka. Hanya ada dua pilihan yang bisa dilakukan anak-anak itu. Menjadi egois atau peduli. °°° A/n. Cerita ini ditulis sebagai salah satu bentuk kampanye #IndonesiaMembaca dengan bertemakan Teen Literature. #TeenlitIndonesia @teenlitindonesia

More details
WpActionLinkContent Guidelines