101
  • WpView
    Reads 2,658
  • WpVote
    Votes 1,279
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 21, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Bukan nomor kamar hotel ⚠️ Kurus▪Gendut▪Kurus Ketika ketiga gadis berjalan beriringan, mata yang menangkap mereka seperti melihat visualisasi angka 101 secara nyata. Terdengar body shamming, tapi--bukankah body shamming itu sudah sangat biasa? Apalagi dikalangan para tetangga. "Matahari itu panas, walaupun dia pergi setiap hari--sudah dipastikan dia datang lagi besok. Kalo pelangi? Kalau dia sudah pergi--kita gak tau kapan pelangi bakalan dateng lagi." "Jadi--jangan cari teman seperti pelangi. Carilah teman seperti matahari, datang setiap hari. Walaupun ada kalanya dia pergi, bisa dipastikan datang lagi." Pertemanan yang mereka jalin mengalir begitu deras seperti air yang mengalir tanpa diketahui kapan bermulanya. Valonia Jasmine, Sophie Marvella Soe, dan Khalesya Shafwa tak hanya menjalin pertemanan saja, tetapi juga menyelesaikan masalah mereka secara bersama. Apakah mereka bisa menyelesaikan masalah-masalah mereka dengan baik? --atau bahkan berakhir dengan sebuah tangisan air mata? * --The unplanned will be more fun than the planned. cocomow 21307
All Rights Reserved
#13
kisahsekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY PERFECT LECTURER✓ [COMPLETED]
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • Crazy Student and Bad Teacher
  • Strange Girl  ✔️(Revisi)
  • Tentang Kita | FAJRI UN1TY [SELESAI]
  • Find A Way to My Heart (SUDAH TERBIT)
  • Tak Berarti (SLOW UPDATE)
  • My Roommate Is a Badgirl
  • CLASS F
  • Cinta Diantara Sahabat [COMPLETED]

[COMPLETED] Setelah kepergian Gladys, Juna melanjutkan kuliahnya di Prancis. Dia berhasil mendapatkan gelar S1 nya. Dan sekarang dia balik ke Indonesia untuk merintis karirnya yang menjadi dokter. Namun, di sela-sela kesibukannya menjadi dokter. Juna melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2. Iya dia juga lulus S2 dengan nilai terbaik. Tapi dia kini tidak menjadi dokter, namun dia menjadi dosen di salah satu Universitas ternama di Indonesia. Sifat Juna yang dulu dan sekarang berbeda setelah dia memasuki jenjang pendidikan S2. Juna yang sekarang lebih ke cuek, bodoamat, tegas, dan juga disipilin. Ditambah lagi Juna adalah dosen muda di kampus, sehingga banyak mahasiswi yang klepek-klepek sama dirinya. ______________________ "Pagi semua," ucap Juna saat memasuki ruang kelas. "PAGI PAK," jawab kompak seisi kelas. "Kali ini saya akan membagikan tugas ke kalian, dan minggu depan di kumpulkan di meja saya sebelum saya datang!" "Lha kita gak tau kapan bapak datang?" Ucap Riski selaku koordinator kelasnya. "Cari tau, atau nilai kalian semua bapak kurangi!" Jawabnya. Semua mahasiswa dan mahasiswi mengeluh. Ada yang bisik-bisik tetangga atas dosennya yang killer bagi mereka. Namun pada saat Juna menghadap ke papan tulis untuk menuliskan tugas darinya, ada mahasisiwi yang masuk secara diam-diam. Tetapi insting Juna terlalu kuat, sehingga Juna mengetahuinya. "Diam ditempat!" Ucap Juna. Dan langkah kaki mahasiswi tersebut berhenti dan memejamkan matanya lalu menghadap ke dosennya. "Mau maling isi kelas?" Tanya Juna. Mahasiswi itu pun langsung menggelengkan kepalanya. "Lalu?" "Telat pak!" "Kamu keluar dari kelas saya dan selesai jam mata kuliah kamu, kamu temui saya di ruangan saya!" Ucap Juna. Mahasiswi tersebut membuang nafas beratnya lalu pergi meninggalkan kelasnya. ----------------•••••••••••••••------------------ 🥇 #10 in UNIVERSITAS 🥇 #8 in DOSEN 🥇 #1 in KILLER 🥇 #1 in TEENFICTIONINDONESIA 🥇 #1 in HANDSOM

More details
WpActionLinkContent Guidelines