Sajak Berseru ( Sajak Kata )

Sajak Berseru ( Sajak Kata )

  • WpView
    Reads 712
  • WpVote
    Votes 326
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 22, 2023
WpInfo
Poetry
Tak ada yang tau. Disetiap sajaknya yang menyatu, Selalu diiringi hati yang mengadu. Entah sampai kapan kau akan berhenti menunggu, Seseorang yang tak menganggap adanya dirimu. Tidak apa. Jangan lelah. Terus saja berjuang. Karena pahit diawal mungkin akan manis pada akhirnya. Jangan selalu bebankan hatimu. Sekarang gunakanlah otakmu. Mencoba melangkah maju. Luapkan hasrat dan kejar masa depanmu. Karena kelak, hati pasti lelah, menanggung perasaan tak pantang menyerah. Dengar, mendengarkan hati memang baik, namun, dia tak akan mampu mendewasakan dirimu. Berisi curhatan, caption, quotes, atau puisi. Note : Biasakan izin jika ingin menggunakan isi kalimat-kalimat yg ada di karya ini. Saya berfikir menggunakan otak saya, bukan menjiplak atau mencuri karya orang lain. Jadi mohon sopan santun-nya. Please support karya-karya saya, setidaknya dengan vote atau komen, karena itu sangat membantu saya. Terimakasih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Indonesian Poetry
  • AKU, KAU, DAN SANG WAKTU
  • P E R N A H
  • PROSPECT HEART (End)
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Diary hati:)
  • Ketika Jemari Berbicara

Sebenarnya aku masih ingin mengejarmu, namun ku lihat kau tak ingin ku kejar. Tanpa sadar yang kau lakukan adalah untuk membuatku menjauh. Walau sulit, tapi aku akan berusaha jika itu inginmu. Apapun untuk kamu, selain itu aku tak mampu. Jangankan melupakan, mengikhlaskan saja aku belum mampu. Yang berat adalah merelakan bukan meninggalkan. Untuk saat ini aku tak akan mungkin meninggalkan, karena kamu yang akan terlebih dulu meninggalkan. Pergi, memberi sedih meninggalkan kenangan yang akan selalu teringat walau . Kau jauh disana. Aku tak janji, tapi aku akan menepati. Bukan, melupakan melainkan Merelakan...

More details
WpActionLinkContent Guidelines