ClaiRana

ClaiRana

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Mar 12, 2021
Tangan mungil itu meremas sebuah amplop cokelat dengan raut marah yang kentara. Kecewa sudah dirasa seorang gadis yang sehari harinya menampakkan wajah berseri seolah tak pernah memiliki beban masalah dalam dirinya. "Kukira aku satu satunya....hiks" isakan terdengar darinya yang tengah menunduk dikoridor sekolah yang tengah sepi. "Kukira aku sudah cukup berkorban banyak untuknya...hiks hiks" racau gadis itu. Raut wajahnya memerah karena tangis yang tak kunjung berakhir. "Cowok brengsek yang lo tangisin belum tentu bakalan care sama lo" Suara berat menghentikan sesaat isakannya. Ia menengadah menemukan seorang cowok berhoodie hitam bersandar didinding samping loker didepannya. "Hapus airmata lo, rubah diri lo hingga dia dapat savage berkali lipat tanpa lo harus mengotori tangan lo !" Cowok asing itu mengusap bekas airmata dipipi gadis itu dan membantunya berdiri. "El-lo siapa?" Tanya gadis itu, "Gue..." Gadis itu tersenyum. Perlahan senyumnya terbit setelah tangis kecewa yang ia lewati menguap begitu saja dengan kehadiran sosok tersebut.
All Rights Reserved
#5
rajin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Little Girl : Love Story Begins [END]
  • ALKASA✔
  • Dua Puluh Menit [END]
  • GEOCEAN [END]
  • Elvina [COMPLETED]
  • [ End ] F For Family (Season 2)
  • Rannia√
  • Bahagia & Luka (END)
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • K.I.T.A

Younghoon terdiam, pelan-pelan mengelap tangannya yang lecet-lecet setelah ribut dengan anak sekolah lain ke celana bahannya sendiri. Matanya lagi-lagi mengerjap, mencoba memastikan keadaan perempuan kecil yang tengah terduduk bersandar di bawah pohon. Perempuan kecil itu tampak ketakutan melihat Younghoon. Jelas aja! Younghoon benar-benar berantakan sekarang. "Orang tua lo kemana?" tanya Younghoon, dengan pipi lebamnya yang menambah aura menakutkan dimata perempuan kecil bergaun putih ini. Hening. Terus hening sampai akhirnya perempuan kecil itu menangis sesenggukan. Younghoon sekarang bingung harus apa dan langsung menggendongnya, membawanya masuk ke dalam mobil miliknya dengan kaca belakang yang pecah karena ulah anak-anak sialan itu. Sampai di dalam mobil, anak kecil itu masih menangis. Sementara Younghoon sibuk mencari tisu basah yang memang jarang terlihat di mobilnya. "Udah, jangan nangis. Lo sama gue sekarang, artinya gue bakal habisin siapa aja yang ganggu lo. Enak kan jadi anak gue?" Sialnya, gadis kecil itu semakin menangis dengan keras. Younghoon sendiri heran kenapa dia masih sabar menghadapinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines