PORTAL
  • WpView
    Reads 206
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 31, 2021
Kecelakaan hari itu membuat Ana melanggar hal yang tidak diperbolehkan tentang apa yang ia ketahui tentang kematian dan arwah arwah makhluk halus. "Bukan keluarga, status ekonomi, maupun tuhan yang menjadi rintangan cinta kita.. Melainkan alam.. Alam mu dan alam ku kini berbeda.. Kita adalah dua insan yang saling mencintai namun berbeda alam. Namun,, kita tak akan berpisah,, akan ku buka portal untukmu di bumi ini, maafkan aku tuhan, tapi aku mencintainya". Ucap Ana mengusap pelan pipi nya yang basah karena air mata. Ia mengambil cermin besar dari gudang dan menyimpannya di depan ranjang king size di kamarnya. Ia mengelap seluruh bagian cermin itu hingga mengkilat dan tidak menyisakan noda sedikitpun. Kemudian dengan menggenggam kalung dan cincin dari Ibra lalu mengucap sebuah mantra yang entah apa itu. Membuat kaca cermin itu bersinar sangat terang melebihi terang nya cahaya matahari.
All Rights Reserved
#328
kekasih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • ARKAN & ARINA (TAHAP REVISI)
  • Shraddha : Bisikan dari Lorong Tua
  • Queennara [ON GOING]
  • Kisah Akala
  • DERSIK
  • WISHES.
  • Differend
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines