Never Be The Same Anymore [PINDAH KE DREAME]

Never Be The Same Anymore [PINDAH KE DREAME]

  • WpView
    Reads 1,594,867
  • WpVote
    Votes 34,541
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 1, 2022
WpInfo
Fiction
Fantasy
Satu kata untuk Queensha 'nyaris sempurna'. Ya, kalo saja dia tidak bodoh dengan mengejar ngejar seorang Galeon. Queensha terlalu bodoh untuk permasalahan cinta. Terbiasa tidak di limpahi cinta Queensha tidak tau cara mencintai dengan benar. Akan tetapi, setelah satu malam yang membuatnya meregang nyawa dia kembali lagi mengulang waktu yang telah ia lewati. Mengubah pribadi nya menjadi tidak peduli akan semua orang yang dulu selalu mengabaikan dirinya. "Jangan pernah berubah peduli, karna gue nggak akan pernah sama lagi."-Queensha Ellerie D.
All Rights Reserved
#310
villain
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • METAMORFOSA (Completed)
  • My Famous Boyfriend [Completed]
  • VIOLETTA (Triangle Love)
  • psychologycal
  • You Are My Only One (REVISI)
  • EPIPHANY
  • OVERDOSE !
  • NERD GIRL OR PERFECT GIRL ✔
  • Look At Here (Slow Update)

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines