KAMSIA
  • WpView
    Reads 205
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 7, 2025
Izel dan Elan itu sempurna. Menjalin hubungan layaknya sahabat, kakak dan adik, bahkan kadang seperti orang tua dan anak. Izel dan Elan itu sama. Sama-sama menjadi primadona, sama-sama saling menjaga, juga sama-sama memiliki prinsip bahwa cinta bukan mainan. Tapi tunggu! Lalu bagaimana nasib Abi, si mantan titisan setan? Juga nasib mereka yang ingin memisahkan Izel dan Elan hanya untuk obsesi dan kepentingan pribadi? Selamat datang dalam kisah romansa antara Izel dan Elan. Mari menjadi saksi seberapa kuatnya Elan menyambung asa, bahkan saat Izel mencoba memutus segalanya dan mengubah takdir. "Setia itu bukan tentang tua atau muda. Tetap ada pun juga bukan tentang sudah menikah atau masih SMA. Segalanya bisa terjadi saat hati telah menemukan tambatan hati, rasa telah selaras dengan percaya, dan asa telah melekat pada satu jiwa." -Kamsia *** "Dia terlalu sempurna untuk gue tinggal sendiri." -Elan "Meninggalkan Elan sama seperti membuang permata berarti." -Izel *** Highest rank : • 4 in Grizelle (13.4.21) • 2 in Grizelle (17.4.21) *** JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR! VOTE KOMEN SELALU DITUNGGU. 🤗🌙
All Rights Reserved
#3
kaelan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines