DANDELION - ARUNA ADHARA

DANDELION - ARUNA ADHARA

  • WpView
    Membaca 75,852
  • WpVote
    Vote 6,132
  • WpPart
    Bab 28
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jun 15, 2022
WpInfo
Fiksi
Romansa
"gini nih gue jelasin sini,khusus buat yang diselingkuhin" ucap nana sambil maju menuju papan tulis "ibaratnya gue 80% dan si selingkuhan 20%. Cowok gue udah dapet 80% tapi dia nyari seseorang yang bisa melengkapi kekosongan itu" "berarti bener dong kalo cowo selingkuh biar pas 100%" ucap salah satu temanya yang membuat ara menepuk dahinya "No. pada akhirnya 80% yang hilang. Sebenernya tuh yang melengkapi 20% itu si cowo. Jadi lo tau kan kenapa selingkuh tuh gak dibenarkan,lo tau kenapa selingkuh tuh merugikan sebenernya. Sesuatu yang berlebihan tuh gak baik,salah satunya ya ini." Ucap nana sambil mengetok papan tulis dengan spidol ditaanganya. Jadi,mari ikuti kisah Aruna.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#484
kesayangan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Keep Your Smile
  • V A B I O L A (COMPLETE)
  • DeaSea
  • ARKANAYYA [COMPLETED]
  • ALGRAVANO
  • Lovely Little Sister [SUDAH TERBIT]
  • JODOHKU BRONDONG MERESAHKAN
  • The Return Of First Love
  • HAVEN

Aluna, satu dari sekian banyaknya mahasiswi yang merasakan pahit-asamnya kehidupan perkuliahan. Tingkat kenormalannya jauh di bawah rata-rata namun masih memiliki sekian nol persen kesadaran bersama rekan-rekannya. Berimpian mulia ingin pergi umroh dari kupon kuaci yang sering ia beli meski tak pernah memakannya. Sayang, impian mulianya itu harus tergeser paksa akan suatu keadaan mendesak yang tak begitu penting. "Saya beri waktu kamu sebanyak yang kamu mau." Sumpah, padahal ia sudah berusaha mendorong orang itu sekuat tenaga. Tapi, apakah amarah itu bisa membuat kekuatan seseorang meningkat? "Bahkan sampai ajal menjemput?" Kenapa susah sekali melepas genggaman tangannya? Apalagi posisi keduanya cukup berbahaya, salah-salah bisa membuat orang salah paham ketika melihatnya. "Tidak selama itu, pertimbangkan dengan matang." Aluna menyeringai, sebelum pernyataan dan ancaman itu sudah bercampur, ia harus melakukan sesuatu yang lain. "Jawaban itu pasti akan datang dan akan sangat memuaskan anda. Tapi, jika saya juga merasakan hal yang sama." "Baiklah, mari kita lihat ke depannya." Start : Agustus20 Finish : 14 Maret21

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan