Setelah Patah Hati (TERBIT)

Setelah Patah Hati (TERBIT)

  • WpView
    Reads 46,847
  • WpVote
    Votes 3,928
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadComplete Thu, Apr 23, 2026
Cahaya patah hati. Guntur, cowok yang selama ini ia kira menyukainya juga karena dia baik, peduli, dan perhatian, ternyata hanya menganggapnya teman. Lebih? Sahabat. Guntur akhirnya mempunyai pacar. Cahaya harus melupakan cowok itu. Namun, itu sama sekali tidak mudah. Rasa sukanya pada Guntur ternyata begitu besar. Ditambah lagi, Guntur masih peduli dan perhatian padanya, membuat Cahaya semakin sulit melupakannya. Supaya move on dari Guntur, Cahaya mencari suasana baru dengan menerima tawaran menjadi manajer tim basket sekolahnya. Di sana, ia bertemu dengan Raul, kapten tim basket SMA Fanua yang sejak pertemuan pertama mereka membuat Cahaya penasaran, karena cowok itu mengetahui banyak hal tentang Cahaya. ___ Cerita ini sudah terbit di Cupid Dream Publishing. PO sampai 23 April.
All Rights Reserved
#214
guntur
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Why you Comeback
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • ON SIGHT (Completed)
  • DAKSA [END]
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • THE CLIMB [Completed]
  • Cahaya Senja
  • If I Don't Hurt You (END)
  • DIFFERENT TWINS [ END ]

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

More details
WpActionLinkContent Guidelines