Encik Crush Itu Milikku

Encik Crush Itu Milikku

  • WpView
    Reads 21,397
  • WpVote
    Votes 644
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Fri, Oct 22, 20211h 28m
Tipu takde crush..siapa yang takde..lebih lagi kalau masih dalam zaman persekolahan...sama lah macam Alya..Nur Alya Aqilah ..Orang nya cantik seperti namanya..Dan dalam diam menyukai seorang ketua pengawas di sekolahnya..Muhammad Haikal Hakimi.. bukanlah nama sebenar..tidak siapa yang tahu..siapa dia sebenarnya.. Dan masa yang sama Putera Mahkota menjadi pengikutnya di laman sosial.. agak pelik tapi itu yang terjadi..tapi kalau dilihat..Putera Mahkota itu persis seperti Encik Crush nya..tapi tak mungkin..Putera Mahkota pakai topeng di wajahnya..macam mana nak tahu..dia orang yang macam mana.. Sebenarnya..mereka tu orang yang sama atau pelanduk dua serupa??
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Putih abu-abu
  • TAKDIR KITA ?
  • 𝑷𝑹𝑬𝑪𝑰𝑶𝑼𝑺 𝑳𝑶𝑽𝑬 | C
  • Dia Selamat, Tapi Kenapa Dia Tak Datang Cari Aku?
  • Milik Tuan Megat [𝒞 ]
  • Unspoken Things
  • Yang Aku Tunggu Tanpa Janji
  • Assalamualaikum Ustazah, KAHWINI SUAMIKU.

Rio menatap gadis yang berjongkok di depannya menangisi kuas yang telah terbagi menjadi dua di depan teras rumah. pria itu menjajarkan berjongkok dan emncoba menatap mata Andini yang angkuh namun kini dipenuhi dengan air mata. "jangan nangis, berisik, saya terganggu" Andini menatap Rio dengan penuh kemarahan. "pasti lo yang kasih tau ke papa dan mama kan?! daar tukang ngadu! harunya lo tau diri! gue udah cukup baik dengan nerima lo di rumah gue!" itulah ucapan kasar Andini yang selalu membal di hati Rio. setelah seminggu berlalu, Andini menatap sebuah kuas yang sama persis terletak di dalam tasnya 'jangan nangis berisik' Andini tau kuas itu dari siapa, dan dari mana asalnya. dan dalam seminggu jantung Andini ebrdetak kembali lebih cepat seperti biasa, ketika ia terlalu dekat dengan Rio, ketika Rio menggendongnya di belakang, atau ektika Rio pasrah menjadi bulan-bulanannya. dan Andini tahu, itu bukan sekedar kagum. ia jatuh cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines