Malaikat Untuk Eleora

Malaikat Untuk Eleora

  • WpView
    Lectures 434
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Chapitres 16
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., août 28, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Kehilangan... Semua orang pasti akan mengalaminya. Kehilangan orang-orang yang kita sayang rasanya sakit, ya? Ya, seperti itulah kehidupan manusia, nggak ada yang abadi. Takdir Tuhan nggak ada satupun orang yang tau, kan? Mungkin sekarang kita masih ada, besoknya udah berpulang ke rumahNya. Mau dilawan seperti apapun juga gabisa :) Mungkin saat ini, Tuhan masih berbaik hati memberi kita hidup dan bisa jadi, saat ini Dia ingin kita pulang. **** "Tuhan, aku nggak kuat, aku nggak sanggup lagi lawan penyakit ini." "Kak, kakak janji ya, kalo kakak nggak akan ninggalin adek." "Iya, sayang. Kakak janji." Janji itu harus ditepati? Haha, sayangnya itu nggak berlaku buat aku dan dia. "Dokter bagaimana kondisi kakak saya?" "Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan berkata lain, pasien tidak dapat diselamatkan." Janji? Apa itu janji? Dia janji kalau dia nggak akan pergi tapi dia ingkari itu ya itu takdir Tuhan sekali lagi nggak ada yang tahu :) dia yang berjanji selalu ada kini pergi untuk selama-lamanya.
Tous Droits Réservés
#37
beloved
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • DUNIA FLORA
  • You (J & M)
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • I FOUND YOU S2
  • Is There Hope [Completed]
  • She, ADARA QIANA
  • FALLING IN LOVE
  • Deberìa Redirme? (End)

Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotinya. " Ra... Tolong ngerti," suara Fabian tercekat. " Gue selalu ngerti Fabian!" bentaknya tak sadar, isakannya semakin terdengar jelas, membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa sedih. "Tapi siapa yang peduli perasaan gue?" suara gadis itu melemah. " Siapa yang peduli mental gue hancur? Siapa yang peduli kalo gue cuma orang yang haus kasih sayang? Siapa?!" " Di sini ada gue yang sayang sama Lo," Fabian meraih tangan gadis itu namun flora dengan cepat langsung menepisnya. Air mata Fabian mengalir membasahi pipinya. " Kita bakal hidup bahagia..."satu isakan lolos dari mulut Fabian, namun ia langsung menahannya. Flora menggeleng pelan, tatapannya semakin kosong. " Kisah kita gak bakalan berakhir happy end Fabian..."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu