Alter : Life goes on

Alter : Life goes on

  • WpView
    Reads 334,564
  • WpVote
    Votes 2,055
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 11, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
[UPDATE SETIAP HARI JUMAT] "Aku akan memperbaiki semuanya," kata Bima. Terdengar seperti orang tua yang menghilangkan tangis sang anak dengan memenuhi keinginannya. Kirana menghentikan langkahnya, dia menoleh dan bertemu pandang dengan Bima. "Nggak perlu. Aku sudah membicarakannya dengan anak-anak. Mereka semua mendukung keputusan aku. Kalau dirasa anak-anak butuh sosok seorang ayah, datangilah mereka sesekali dan dengarkan keluh kesahnya." "..." "Kalau begitu aku pamit, mas. Terimakasih untuk delapan belas tahunnya."
All Rights Reserved
#744
roman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kirana: Aku Bukan Simpanan
  • BROKEN LOVE (End)
  • Interweave
  • 36 days with you {saida} [End]
  • DANADYAKSA
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Be Mine [Terbit]
  • Mine [SELESAI] ✔
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓

(Update Setiap Hari) "Aku ini istrimu, bukan hiasan rumahmu. Tolong, sekali saja, perlakukan aku selayaknya seorang istri," pinta Kirana dengan nada suara serak. "Memangnya, selama ini, aku memperlakukanmu dengan buruk? Tidak, 'kan?" Satya berujar dengan raut wajah datar. "Kamu tidak pernah menganggapku ada," Kirana menatap nanar Satya, "kita makan di meja yang sama, tidur di ranjang yang sama. Tapi ... kita seperti orang asing." Satya hanya diam. "Aku tahu kamu membenciku dan menikahiku hanya untuk balas dendam, 'kan. Kamu ingin melihatku terpuruk, kan?" "Bukan." "Lantas apa? Lagi pula, kamu mencintai wanita lain dan sampai saat ini, kamu masih berhubungan dengannya. Bahkan, banyak orang yang mengagumi hubungan kalian. Kenapa tidak menikah saja dengannya?" "Kalau bisa, pasti. Tidak usah mencampuri hidupku. Seharusnya, kamu bersyukur, aku mau menikahimu." *** -Salah satu hal yang menyakitkan itu, adalah ketika dirimu memiliki suami, tapi tidak memiliki kasihnya-

More details
WpActionLinkContent Guidelines