Alter : Life goes on

Alter : Life goes on

  • WpView
    Reads 334,558
  • WpVote
    Votes 2,055
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 11, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
[UPDATE SETIAP HARI JUMAT] "Aku akan memperbaiki semuanya," kata Bima. Terdengar seperti orang tua yang menghilangkan tangis sang anak dengan memenuhi keinginannya. Kirana menghentikan langkahnya, dia menoleh dan bertemu pandang dengan Bima. "Nggak perlu. Aku sudah membicarakannya dengan anak-anak. Mereka semua mendukung keputusan aku. Kalau dirasa anak-anak butuh sosok seorang ayah, datangilah mereka sesekali dan dengarkan keluh kesahnya." "..." "Kalau begitu aku pamit, mas. Terimakasih untuk delapan belas tahunnya."
All Rights Reserved
#744
roman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Mine [SELESAI] ✔
  • Kirana: Aku Bukan Simpanan
  • BROKEN LOVE (End)
  • Padam Nelangsa
  • You Are My Future
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • Be Mine [Terbit]

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines