Hubungan tanpa status mungkin banyak dilakoni orang orang. Dengan berbagai alasan, mungkin memang tidak perlu, mungkin takut bertanya karena tidak ingin mendengar jawaban yang menyakitkan, mungkin ingin memastikan sejauh mana rasa ini melaju atau malah mundur dan berhenti. Mungkin juga sama sama sudah merasa nyaman dan belum ingin serius.
Hubungan tanpa status tengah dilakoni Kiara. Mencintai Tama tanpa ada janji antara mereka berdua. Sekian tahun bersama dan tidak ada ucapan yang menamai hubungan mereka. Kiara takut bertanya tentang hubungan mereka, takut cinta sendiri. Tama selalu ada untuk nya, tak pernah menolak permintaannya, menemani hari hari berat dan menguatkan nya. Tapi Tama tak pernah mengatakan sesuatu yang membuat hubungan mereka menjadi sesuatu yang lebih istimewa
Kiara bahkan menyimpan sesuatu yang menurutnya akan ia ceritakan padaTama jika mereka menjadi resmi menjadi sepasang kekasih.
ketika Tama mulai menanyakan hatinya....
Akankah Kiara yang menjadi jawaban?
Informasi:
Sebaiknya apabila mau membaca tulisan saya, dipertimbangkan terlebih dahulu, masalahnya beberapa bab terakhir ada yang dihapus dan dipindahkan ke KaryaKarsa.
Sekian.
***
Penghianatan yang Natan lakukan sangat berdampak besar dalam perubahan hidupnya, ketika akhirnya Keira memutuskan pergi. Natan mendadak kehilangan diri dan merasa hampa tanpa hadirnya sosok Keira. Akhirnya Natan menyadari bahwa Keira memilik arti penting dalam hidupnya. Natan sangat berharap ia memiliki kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka. Namun Keira lebih memilih pergi dibanding bertahan.
Dalam satu kesempatan mereka kembali dipertemukan. Namun pertemuan itu justru banyak melukai hati Natan; di mana Keira hadir bukan sebagai miliknya melainkan Ridwan, sang kakak.
Ya, Keira gadis yang ia cintai dan rindukan datang sebagai tunangan sang kakak. Itu justru membuat sejuta garis luka dalam sekujur tubuhnya.
Akan tetapi, Natan tetap memperjuangkan cintanya. Meski Keira yang sekarang rada cuek dan tentu saja membencinya. Walau demikian, Natan terus berusaha mengambil simpati Keira meski pada kenyataannya hanya sakit hati yang didapat sewaktu hati Keira dijatuhkan sepenuhnya pada Ridwan. Sakit? Tentu saja.
Dan rasa sakit Natan lebih tak terelakan sewaktu melihat gadis yang dicintai kembali dilukai. Hal yang pernah mematahkan hati Keira kembali terjadi. Bahkan kali ini jauh lebih besar. Sampai Natan sendiri dapat melihat bahwa api cinta dalam diri Keira seketika itu mati.
Lantas apa yang akan terjadi ke depannya?
Akankah Natan mampu memperjuangkan Keira di saat hati gadis itu telah mati untuk sesuatu yang dinamakan cinta?