Sekat
  • WpView
    Reads 126
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 29, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Na, moveon terbaik itu dengan cara mencari orang baru. Kalau kamu nggak bisa membuka hati untuk orang baru, gimana caramu buat moveon?" Itu salah! Moveon itu soal kerelaan, keikhlasan melepas sesuatu dimasa lalu bukan dengan cara mencari orang baru. Karena aku percaya luka disembuhkan oleh waktu bukan orang baru. "Na!" "Kita nggak bisa menyembuhkan luka lewat orang baru kalau kita nggak mau kembali terluka." "Jadi?" "Jadi?" "Oke, jadi kamu beranggapan waktu bisa menyembukan luka itu sendiri. Benar? Jadi sampai kapan waktu yang kamu butuhkan untuk menyembukan luka itu?" "Sampai aku benar-benar menemukan obat yang kuracik sendiri untuk luka itu. Sampai aku benar-benar percaya kalau aku memang sudah sembuh dari luka itu." Karena aku percaya, setiap luka selalu punya penawarnya. Pilihan kita hanya dua ; meracik penawar itu atau membiarkan luka itu membunuh kita secara perlahan. *** Bagaimana ketika Rayana mencoba memulai hidup barunya dan mengubur segala kenangan, tapi akhirnya seseorang yang sudah menyakitinya terlalu dalam tiba-tiba kembali hadir? Akankah Rayana mampu menghadapi semuanya? Atau tetap memilih untuk kembali berjuang dengan seseorang dimasa lalu? Ikuti kisahnya disini. copyright ©2021 by NovitaIda
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Suarasa
  • VeeNara
  • Rania: Melebur Trauma, Menyambut Bahagia
  • Izinkan sekali saja
  • AZALEA
  • Evanescent [END]✓
Promise

Rayna tak pernah benar-benar memilih. Di antara dua hati yang mencintainya, hanya satu yang selalu diam-diam ia doakan. Ketika waktu dan takdir mengguncang segalanya, sebuah tragedi membawa Rayna pada luka yang tak pernah ia bayangkan: kehilangan, penyesalan, dan janji-janji yang tak sempat diucapkan. Lewat kenangan yang tertinggal dan sepucuk catatan terakhir, Rayna mencoba memahami-apa arti mencintai seseorang tanpa pernah tahu apakah ia akan kembali. "Katanya, kalau cinta itu tulus... waktu takkan memisahkan. Hanya menguji."

More details
WpActionLinkContent Guidelines