Crazy Love (1)

Crazy Love (1)

  • WpView
    LECTURAS 105,729
  • WpVote
    Votos 15,718
  • WpPart
    Partes 37
WpMetadataReadConcluida sáb, jun 18, 2022
(Dalam Masa Revisi Tanda Baca dan Typo) Blurb Siapa yang lebih hina? Sang budak cinta atau malah sang pujaan? Apa yang membedakan dia dengan budak cinta, jika bertangan besi? Sepele, tetapi menyiksa. Kenangan hanya tinggal kenangan, sebagai pelengkap kisah cinta tragis dari budak cinta yang gila. Namun, itu tak lagi terlontar. Jalan cerita telah berubah, penokohan pun tak lagi sama. Sebab, sang antagonis telah diperankan oleh Airi Atmalya. Raga yang sama, tetapi berlainan sukma. Dahulu dianggap sampah, kini menjadi bagian penting. Tidak semua kisah harus mengikuti satu sudut pandang, dan nilailah kisah Crazy Love dengan sudut pandang Anda masing-masing! ***** Start : Selasa, 01 Juni 2021 Finish : Kamis, 01 Juli 2021 Story by : Apris Wila Sari || @cahayabintang20 Cover by : Nazwa Nabilla *DON'T COPY MY STORY!* _Cerita tamat, revisi berlangsung, dan part masih lengkap_
Todos los derechos reservados
#112
sihir
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Lantas (END)
  • Not a Secret Admirer [Complete]
  • Sekolah Aneh [END]
  • Guardians of Shan [3] : Niveous
  • All OF THAT TAKES TIME
  • STALKER - Beside Me [REVISI] ✔
  • Antagonist Princess [SUDAH TERBIT]
  • Aila: Atas Nama Cinta [TERBIT]
  • ELIS MAXWELL : Turnamen Letopeia
  • Transmigrasi | | Dua Jiwa Satu Raga

PERINGATAN ⚠️ Dibeberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido