The Only Home We've Ever Known

The Only Home We've Ever Known

  • WpView
    Reads 296
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 28, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
[Lovetiverse | Maple Media x Ponyo With Canvas] "Sudah dengar tentang teori Schrödinger's Cat, 'kan? Sekarang ada teori baru, Schrödinger's Crush. Bahwa gebetanmu menyukaimu dan tidak menyukaimu dalam waktu bersamaan, hingga kamu beranikan diri menyatakan cinta, yang sembilan puluh persen berujung pada opsi kedua. Jadi secara ilmiah, lebih baik tidak usah bilang saja." Atau begitulah kira-kira ucapan Alasdair, salah satu anggota Klub Astronomi. Setelah sebulan bergabung, Eris Blackwood dapat meyakini dengan pasti bahwa Klub Astronomi adalah klub teraneh di sekolah. Misalnya saja, ya, klub ini hanya beranggotakan lima orang termasuk dirinya; dan Michael Jorden-ketua sekaligus pendiri klub-tak pernah sekalipun berpartisipasi dalam kegiatan klub karena sibuk kerja paruh waktu di tiga tempat sekaligus. Namun, tiada dari anggota lain yang merasa perlu untuk protes atau sekadar merencanakan kudeta. Jorden sendiri adalah sebuah enigma. Sebagai seseorang yang diberi julukan si 'Misterius Michael' oleh seisi sekolah karena selalu memakai masker dan sangat jarang berbicara-Jorden rupanya amat sangat cerewet dan asyik diajak mengobrol. Dua kali percakapan saja bersamanya telah membuat Eris jatuh cinta. Dilanda dilema, Eris berkontemplasi apakah bijak mengetes teori Alasdair atau tidak.
All Rights Reserved
#106
duniaparalel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kutub Selatan vs Tornado :  AltAra [TAMAT]
  • Sir-ius? [Completed]
  • Astronomi
  • What's Wrong With You?
  • MilkTea [TAMAT]
  • Axevier
  • Katalisator
  • Last but Not Least
  • Komisi Disiplin✔
  • Fake World, Fake Face and Fuck Fact

Altair Geovanus Saskatya-si cowok dingin yang kayak kutub selatan. Ngomongnya hemat, tatapannya datar, tapi isi otaknya? Tajam kayak silet. Temennya cuma tiga: Imoeng, Ayiz, dan Sean-yang bisa dibilang manusia paling sabar karena tahan dengerin Altair nge-joke kering tiap hari. Lalu datanglah Anantharaya Raespati-si cewek kayak tornado. Mulutnya aktif 24/7, dramanya unlimited, dan energinya kayak punya dua galon kafein di aliran darah. Dikelilingi circle loyal: Venus si tenang, Griz si savage, dan Onte si loudspeaker portable. Mereka bukan cuma beda dunia. Mereka beda planet. Tapi satu tugas kelompok bikin jalur takdir mereka nabrak keras. Dari saling nyolot, saling sindir, sampai saling diam-diam... mikirin satu sama lain. Di antara kebisingan sekolah, drama kelas sebelah, dan rahasia kecil yang makin hari makin kentara... Apakah kutub selatan bisa luluh sama tornado? Atau... justru tornado yang berhenti berputar karena satu tatapan dari Altair?

More details
WpActionLinkContent Guidelines