Sepintas Hati

Sepintas Hati

  • WpView
    Leituras 12
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, fev 25, 2022
WpInfo
Ficção
Romance
Aku terlalu memikirkan orang lain sehingga lupa caranya menghargai diriku sendiri, merasa orang lain lebih bersinar dengan kemampuan yang mereka miliki, sedangkan aku? Hanya sebuah pemeran tambahan dalam cerita hidup orang lain. "Yah, orang lain lagi! Kapan dirimu mau bangkit? Tidakkah kau ingin seperti mereka itu? Jangan katakan iya, jika dirimu tidak mau berjuang. Allah sangat membenci orang yang putus asa, ingat itu!" Ungkapnya sarkas sehingga aku terdiam menatap matanya yang teduh. Aku menyayanginya, sungguh tiada yang mampu membuat hati ini patah kecuali jika dia bersama yang lain. Seketika aku tertampar dengan kata-kata nya. Memang benar, aku selalu melihat orang lain tanpa mau merubah diri. Tidak terasa, bayangan orang-orang yang aku sayangi hinggap di pikiran ku. Ya, aku harus berubah tapi mulai dari mana?
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Harta, Tahta, Dendam Cinta!
  • Yang Terlupakan
  • Don't call it love!
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • Kapan Kau Kembali?
  • SHADOW
  • Di Antara Kita (END)
  •  I Love You, Goodbye.

[CERITA LENGKAP] Ini akan menjadi sangat menyenangkan! Bagaimana mungkin?! Tidak ada angin, tidak ada hujan, seorang perempuan yang ternyata adalah istri dari mantan suaminya, datang ke kantor Anggun, serta memintanya untuk menjadi pengacara di perceraian mereka. Anggun tertawa sinis menatap berkas perkara yang perempuan tadi ajukan. 'Sudah tidak ada kecocokan.' "Huh alasan klasik!" Rutuknya. Toh tidak ada pasangan yang cocok seratus persen bukan? Jadi pada intinya, tinggal bagaimana pasangan saling mempertahankan. Atau bisa jadi, sebenarnya sudah ada orang ke tiga. "Hha!" Lagi-lagi perempuan itu tertawa. "Ternyata, bajingan itu kembali memakan korban." "Dasar pengkhianat!"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo