SOMETHING BETWEEN US

SOMETHING BETWEEN US

  • WpView
    LECTURAS 1,036
  • WpVote
    Votos 375
  • WpPart
    Partes 21
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 16, 2024
Dua Remaja yang dipertemukan dalam kondisi salah paham, Membuat keduanya selalu berselisih. Tentram dan damai menjadi hal yang semu dalam Hidup BESTARI CAHYANINGRUM. Semenjak Ia dipertemukan dengan DIKA BAYU MAHENDRA, seorang penanggung jawab dalam sebuah acara kemanusian yang kampusnya selenggarakan, yang mana harus mempertemukan Mereka selalu. Image Perempuan berkerudung yang pendiam berubah seketika karena kekesalan yang dirasakan olehnya terhadapa Sosok Lelaki Durjana seperti Seniornya itu. Bagi Dika sendiri, bertemu dengan Bestari adalah sebuah kesenangan. Dia bisa melakukan apapun yang membuat Gadis Urakan itu merasa tidak betah, Ia pun selalu berada ditempat Gadis itu berada, untuk menyusahkannya.Itu adalah pembalasan atas kejadian di malam hari ketika Mereka bertemu untuk pertama kalinya dalam sebuah ketidak sengajaan. Hingga tanpa disadari, keberadaan satu sama lainnya menjadi sebuah kebiasaan yang tak biasa. Telah terjadi Sesuatu Diantara Mereka. Namun, apakah akan berakhir dipersatukan, atau malah sebaliknya. Entahlah, Hanya waktu yang bisa menentukan. Cuplikan : " Dasar Cewek Urakan. Liat tuh Diri Lo! Berhijab tapi main di tempat Dugem. Istighfar makanya." " Eh! Jangan asal ngomong ya! Asal tau aja, Gue disini bukan buat main. Tapi ada urusan lainnya. Gak kayak Lo! " #1 bestari #1 kakatingkat #7 Urakan #2 kakatingkat
Todos los derechos reservados
#109
genre
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • ARTAN
  • Antara trauma dan kesempatan kedua
  • RAGARA [ on going ]
  • Maaf' (Revisi)
  • Abu Abu [ completed ]
  • MY LOVE STORY
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • Serpihan Luka

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido