We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
BULAN DAN BINTANG [ HIATUS ]

BULAN DAN BINTANG [ HIATUS ]

  • WpView
    Reads 131
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 1, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Awan yang menghitam, angin yang berhembus kencang, dan rintik rintik hujan pun sudah turun. Sama hal nya dengan seorang perempuan yang sedang duduk di taman dekat rumah nya "Huh, kenapa sedikit mengecewakan"-batin nya "Tuhan saja tau kalau ada bidadari yang sedang sedih ini makanya langit pun nangis karena bidadari nya sedang nangis" ucap seseorang sambil tangannya di masukkan ke dalam kantong celana jeans nya. Bulan pun mengangkat mukanya agar bisa melihat siapa orang yang tadi bicara itu. "Kamu bicara sama aku?" Tanya bulan "Ngga gw ngomong sama pohon!" Ucap seseorang itu "Ngpain disini?hujan, mending pulang sana" lanjutnya "Iya" jawab bulan dengan anggukan kepala nya dan segera dia berjalan menjauhi orang itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Awan Abu-Abu [END]
  • Langit kita tak sama
  • Ketika Cinta Tak Lagi Gratis ❤️ ON GOING ❤️
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Exodus
  • Travelling Love [Selesai]
  • Alam Byantara
  • RAIN [END]
  • The Moon Sent You to Me

Sinar rembulan memang lebih indah daripada harta yang gemilang. Uang memang bisa membeli apa yang diinginkan. Akan tetapi, uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Jalan halus yang penuh dengan gelombang, terus dilewati meski ada rasa bimbang. Akankah matahari memancarkan cahaya kehangatannya? Akankah bulan bersinar menerangi gelapnya dunia? Akankah bintang-bintang bermunculan menemani kegelapan di atas keheningan yang ada? Atau hanya awan hitam yang menghampiri, tanpa adanya seseorang yang menemani? "Dulu ... kita pernah sedekat amplop dan perangko, semesra pena dan kertas. Namun kini, 'tak jauh berbeda dengan bulan dan bintang. Terlihat berdekatan, namun 'tak dapat bersatu." - Georgino Arkana Putra "Lo bilang senja itu hal yang paling indah. Nyatanya dia malah menjadi saksi dari akhir kisah kita." - Neyara Abigail Gueni

More details
WpActionLinkContent Guidelines