Sebuah Akhir

Sebuah Akhir

  • WpView
    LECTURAS 0
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, mar 9, 2021
WpInfo
No ficción
Namaku salsa. Eh... Tidak-tidak namaku dewi Maksudku... Namaku ina Hahaha yang benar adalah tidak ada yang tau nama asliku Pada umur 13 tahun aku menjadi salah satu siswi tercerdas disekolahku. Pihak yayasan tertarik dengan kecerdasanku hingga akhirnya memutuskan memindahkanku ke sekolah elit, yang mana masih satu naungan dengan yayasanku. Sekolah itu memang elit, tapi kehidupan didalamnya sangatlah suram. Hanya ada persaingan, semua orang sibuk dengan pencapaiannya. Kehidupan sosial yang sangat hancur. Umur 18 tahun setelah kejadian luar biasa dalam hidupku, kini aku di jepang. Bukan melanjutkan study tetapi menjadi gangster. Singkat cerita sang kepala gangster memungutku menjadi anaknya bukan karena aku anak menyedihkan yang tidak punya orang tua, tapi karena sebuah potensi !! Umur 21 tahun aku memiliki kehidupan bebasku. Aku memilih jalanku sendiri. Yaitu jalan kebebasan. Kalian akan mengerti nanti. Aku punya banyak identitas, punya banyak uang. Menurut kalian apa hal yang kulakukan? Intelegent? Spy? Gangster? Kalian yang menentukan menurut kalian aku ini apa
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sehari Untuk Selamanya
  • cinta pertama
  • JENLISA IN SCHOOL
  • SELA ta KEY [END]
  • 13 Kakak + 1 Bayi Magang
  • New Possessive Family
  • My Duchess / End
  • Karam [✔]

"pokoknya nji mau nya mama yang suapin" _kenzie "Kamu apa-apaan sih Kenzie? Udah gede gitu emang nggak malu?" _Riana "Tapi mama kan udah janji seharian bakal turutin permintaan nji?" _kenzie "Iya tapi hari ini kamu tuh aneh. Manja banget. Mama juga butuh istirahat buat besok, nah ini kamu dari pagi banyak banget mau nya. Minta di potongin kuku lah, di temenin tidur siang lah. nah sekarang apalagi? Minta di suapin? Ayolah Kenzie.. kamu udah 15 tahun." _Riana "16 ma.. 2 bulan lalu." _Kenzie Satu fakta lagi bahwa ibunya memang melupakan hari kelahirannya. "Nji janji ini terakhir kalinya.. eh enggak deh. Besok nji minta papa mandiin nji dulu" _kenzie Riana tak pernah berfikir bahwa itu adalah obrolan terakhirnya dengan Kenzie, anak sulungnya yang selama ini mengemis kasih sayang dan terabaikan olehnya. "Tapi mama tau nggak kalau malaikat mencabut nyawa nggak harus orang yang sakit aja ma.. kadang tuhan manggil orang yang...." "Diam Kenzie. Kamu lagi makan nggak boleh sambil bicara" potong Riana, hatinya tiba-tiba perih mendengar ocehan putranya. "Kamu tau kalau Khanza lebih butuh perhatian Kenzie" _batin Riana..

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido