Azwa Karsa (END-COMPLETED)

Azwa Karsa (END-COMPLETED)

  • WpView
    Reads 309,438
  • WpVote
    Votes 34,890
  • WpPart
    Parts 78
WpMetadataReadComplete Tue, Feb 22, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
-••••••••••••••••- SEKUEL HAFIZA -••••••••••••••••- -••••••••••••••••- "Kamu tanda tangani surat ini, dan saya akan setuju menikah sama kamu," Ucap gadis itu sembari memegang sebuah bolpen seakan menawarkannya pada Azzam. Dia bahkan menyunggingkan senyuman meremehkan. Dia yakin caranya ini akan berhasil. Namun tidak dia duga, tanpa pikir panjang, Azzam langsung mengambil bolpen yang ada pada tangannya "DEAL," ucap Azzam kembali menyerahkan surat itu setelah ia menandatanganinya dan menatap yakin pada netra gadis yang kini matanya membulat sempurna karena tidak percaya. Tidak. Bukan ini yang dia inginkan. Tidak mungkin lelaki itu bersedia menikah dengan perjanjian semacam ini. -••••••••••••••••- Karsa adalah kata yang tidak hanya memiliki satu arti, sama seperti halnya hidup yang tidak hanya memiliki satu pilihan. Dan niat adalah salah satu arti dari kata karsa. Dengan niat baik dan kebulatan tekadnya, apakah seorang Adnan Azzam Prakasa akan bisa berhasil menikah dengan gadis pujaan hatinya? Atau dia hanya akan menerima penolakan sepanjang usia pernikahannya? -••••••••••••••••- -••••••••••••••••- note : tidak harus membaca cerita sebelumnya PENTING! *Jika merasa panggilan Ayah Ibu "kuno" maka cerita ini mungkin tidak cocok bagimu :) -••••••••••••••••-
All Rights Reserved
#1
possesive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Cinta Dua Negara
  • The Baby's Contract✓
  • Lelaki Bayaran [END]
  • RAYSA (End)
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • Abayyuna: Jaerose
  • Istri Cadangan
  • Marry Me Marry Me Not
  • Cinta di Langit Jingga | Jingga✔ (Repost)

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

More details
WpActionLinkContent Guidelines