ARDAN
  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 6, 2021
"Jangan sok kuat jadi manusia. Semua ada batasnya. Lepas dia sekarang," ucap Daniel serius. Ara mendudukkan dirinya menghadap Daniel lalu menundukkan kepalanya. "T-tapi gue belom bisa." "Kenapa gak bisa?" tanya Daniel seraya mengangkat dagu Ara agar menatapnya. "Gue sayang Reyhan." "Cinta lo cuma sepihak, jelas gak memenuhi syarat. Berhenti nyakitin diri lo sendiri." "Gue mau nyoba sekali lagi. Berjuang untuk yang terakhir kalinya. Kalo nanti gue gagal, gue sendiri yang akan pergi dan ngelupain Reyhan," ucap Ara dengan tatapan sendunya. "Jangan salahin gue kalo nanti mukanya bonyok," ujar Daniel serius. "Simpen tenaga lo buat nanti bawa gue pergi dari kehidupan Reyhan." Aurora atau yang kerap dipanggil Ara. Tidak menyadari bahwa pertemanannya dengan Daniel cukup membuat laki-laki itu jatuh hati padanya. Sedangkan Ara, gadis yatim piatu itu justru berusaha menggapai hati pacarnya, Reyhan. Laki-laki dingin yang berstatus pacar Ara, namun tidak pernah sedikitpun membuka hatinya untuk Ara. Semua semakin memanas ketika Ara menemui Cecil di apartemen Reyhan. Siapa sangka? Viola ternyata mencintai Daniel namun tidak pernah mendapat balasan dari laki-laki itu dan ia bertekad untuk mendapatkan Daniel dengan cara apapun. Akankah Ara memilih Daniel? Atau gadis itu tetap berjuang dan tersakiti dalam waktu yang bersamaan? Siapakah Cecil? Apa saja rencana Viola? Akankah happy ending atau sad ending? Cerita ini mengandung unsur candu!
All Rights Reserved
#140
broke
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elvina [COMPLETED]
  • Sandyakala Amerta (Selesai)
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • Felicity [On Going]
  • Diagnosis: Harapan [MS 1]
  • EPIPHANY
  • ALVANSA [Completed]
  • BROKEN HEART [END]

-Elvina Allya Cewek tomboy yang biasa dipanggil El sedang menghadapi kasus friendzone. Dia selalu mengorbankan apapun demi kedua sahabatnya yang saling suka. Meskipun itu membuatnya berkali-kali menangis seorang diri dikamar. - • - "Lo pikir kenapa selama ini, selama bertahun-tahun lo jadiin dia samsak-nya emosi lo, lo pikir kenapa dia bisa bertahan sampai sekarang?" lanjut Ezra. Mendengar itu, El langsung tersadar tentang apa yang akan disampaikan cowok itu. Ia segera mendekat ke sebelah cowok itu dan berencana mencegahnya. "Zra," lirih El sambil memegang lengan Ezra dan menggeleng kecil untuk menyuruhnya diam. Namun, Ezra tak menghiraukan itu dan tetap melanjutkan apa yang selama ini ia tahu tanpa mau bergerak sedikitpun meskipun sudah ditarik oleh El. "Maksud lo?" tanya Rafa dengan bingung. Ia juga ikut penasaran saat Ezra tiba-tiba membahas hal itu. "Heh brengsek! Dengerin gue baik-baik ya. Buka kuping lo lebar-lebar!" tegas Ezra. Rafa menjadi terdiam dan mendengarkan cowok itu. "Dia suka sama lo bego! Dia sayang banget sama lo! Bahkan udah cinta!" bentak Ezra. Rafa kaget mendengar ucapan Ezra yang sangat di luar dugaanya. "Denger gak lo?! El tuh suka sama lo dari dulu! Sebelum lo kenal sama Rere!" tambah Ezra semakin membuat El marah. Plakk!! El menampar pipi Ezra dengan keras. -Rank- #13 friendzone [02/6/24] #937 sekolah [02/6/24] #296 teenlit [02/6/24] #130 wattys [02/6/24] #509 sahabat [02/6/24] #560 lucu [02/6/24]

More details
WpActionLinkContent Guidelines