PELANGI usai FAJAR

PELANGI usai FAJAR

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 22, 2021
Intinya simpel, pahit, manis kehidupan seperti pada umumnya yang dialami hampir seluruh remaja masa kini. Akademis, keluarga, mental, jatuh bangun, dan tak lupa dilengkapi dengan bumbu-bumbu percintaan klasik. Pertemuan itu tidak ada yang sengaja, selalu ada hikmahnya mungkin bukan untuk sekarang tapi nanti, jadi segala pertemuan mau yang kita suka ataupun tidak suka harus selalu di hargai. "Jadi remaja itu tidak mudah, terlalu banyak ombak yang datang tapi ini proses untuk bertemu pelangi nantinya."-zeynira "Percintaan itu rumit, banyak drama, tapi nagih."-Alkana Siapa sangka kedua anak ambis telah terikat suatu hubungan sejak mereka masih didalam kandungan. kita lihat saja bagaimana kelanjutannya.
All Rights Reserved
#92
rich
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sebuah Prank
  • Ambivalen
  • RE-SILIENCE (END)
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • From Diary of Magenta (Complete)
  • Aturan Anti Cinta
  • FRIENDzone (Completed)
  • Istri Atau Sarjana [Tamat]
  • F E L I S A [Lengkap✔]
  • Gegenemy

ini kisah klise antara persahabatan dan cinta dalam diam. antara Magenta yang menyukai Adam sejak kecil, tapi tak punya keberanian untuk mengungkapkan yang sebenarnya. dari kecil, Magenta ingin sekali menjadi seseorang yang spesial untuk Adam. sayang sekali, Adam hanya menganggapnya sebagai teman. seklise itu hidup Magenta. namun, tidak lagi klise karena seseorang hadir diantara Magenta dan Adam di tahun ajaran baru saat Magenta dan Adam naik ke kelas dua belas. dia Azam, dan hadirnya adalah untuk ikut campur persahabatan Magenta dan Adam. apa yang Azam lakukan? merusaknya atau justru membantu Magenta dan Adam menjadi sepasang kekasih?

More details
WpActionLinkContent Guidelines