We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
RACAU (Kumpulan Cerita)

RACAU (Kumpulan Cerita)

  • WpView
    Reads 413
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 13, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
...Kejadian laknat di malam itu tak berhenti sekali, belum sempat aku terbangun dari pembaringan, tentara-tentara lain sudah menyerangku. Menyerangku dengan cara-cara binatang, mengeroyok dengan cara yang egois untuk memuaskan diri sendiri, meninggalkanku seperti bangkai yang tak ada gunanya lagi karena terlalu lama membusuk. Di mataku mereka adalah anjing-anjing yang melolong di atas selangkanganku.... (Meracau) ...Sidang ditutup. Menyisakan draf undang-undang yang tak selesai. Satu persatu meninggalkan ruang sidang tanpa suara. Tak terkecuali Sang Aktivis. Sementara di luar pagar, ratusan wartawan dan demonnstran menunggu. Serbuan pertanyaan pun riuh bertubi-tubi. Umpatan-umpatan protes terus terlontar. Namun telinga Sang Aktivis seperti hanya mendengar ocehan burung di pagi hari.... (Insomnia) ...Hari itu ambeiyenku sembuh. Jin dalam tubuhku telah dipulangkan kembali ke asal, ke kebun Pak Topa. Jadi betullah kata John Locke, kita harus mewaspadai pengetahuan dari indra. Karena pengetahuan indra sangatlah sederhana...(Hubungan Buah Salak, Ambeyen dan Tumbal)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ENTSCHULDIGUNG [COMPLETED]
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • My Duchess / End
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • My Home ✔ (KARYAKARSA)
  • selamat pagi cinta
  • Disguise... [END]
  • Asmaraloka Sang Letnan [END]
  • Angel
  • Two Hearts, One Mission [Complete]

[TAHAP REVISI] jika seandainya ada part yang hilang mungkin sedang dalam tahap revisi. Jadi mohon maaf yaaaaaaaaa (⚠) Dan sebaik nya siapkan kata-kata untuk mengkritik tulisyan iniii cz, w sadar pake banget masih acak acakan temans. Hehehehe danke yg udah mau mampir di tulisan berantakan ini :)) I loved against reason, against promise, against peace, against hope, against happiness, against all discouragement that cloud be. ~Aditya Gilang Mahardika ------------ Dibawah hunusan pedang berdiri sepasang insan yang telah mengikat janji. Senyuman tampak di pasang sedemikian rupa.Hingga tak ada yang tau salah satu dari pasangan itu hanya menampakkan sebuah senyuman palsu. Pikirannya semua ini hanyalah sebuah ke egois an semata, terjadi karena satu pihak. Bukan dua insan yang saling mencintai. Bukan mimpinya berdiri di sini dengan orang itu tapi mungin takdir memang tak berpihak padanya. --------------- Silahkan mampir ke karya saya yang bukan apa apa ini, semoga berkenan di hati pembaca. Jangan lupa vote dan komen nya dan makasih kalau ada yang follow. Note 1 : Part 1-5 belum konsisten dengan tanda titik sebelum petikan penutup. Jadi mohon maaf atas ketidak nyamanan nya. Akan di revisi setelah end. Note 2 : Dilarang keras sadur ulang, copy, paste, plagiatisme atau aksi penjiplakan dalam bentuk apapun. Be creative please! Saya amatir tapi menggunakan ide sendiri. Terima Kasih. Written Nzrllina Dwi Yuliana Sukoharjo, Jawa Tengah ©2020 Cover : Canva Backgroud : picture from Rizqy Zealand Djuhaeri First published on December 24,2019 and revision publish first part on March 28,2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines