Story cover for Objek Obsesi (21+) by Widera__
Objek Obsesi (21+)
  • WpView
    Reads 32,940
  • WpVote
    Votes 2,127
  • WpPart
    Parts 45
  • WpView
    Reads 32,940
  • WpVote
    Votes 2,127
  • WpPart
    Parts 45
Ongoing, First published Mar 10, 2021
Mature
Bagi Derick, manusia dan makhluk hidup di dunia ini sama saja seperti barang. Jika ia suka, dan menginginkannya, maka dengan cara apapun ia harus bisa memilikinya.

"Meta, aku menyukaimu. Lebih tepatnya, aku sudah sangat terobsesi oleh mu. Aku tidak peduli kau menyukai ku atau tidak. Yang jelas, kau adalah milik ku." 

Derick Alejandro Liu

***

Dulu, banyak hal yang Meta inginkan. Salah satunya menjadi kaya. Tapi setelah menjadi istri si Bule kaya. Hanya satu yang Meta inginkan. Yaitu kabur darinya. 

Tapi bagaimana caranya?
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Objek Obsesi (21+) to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel by Ayu_nana
48 parts Complete Mature
"Merindukanku, sayang?" Suara itu. Senyuman iblis itu. Wajah yang tersenyum seolah tak berdosa yang pria itu tunjukkan membuat hati Renggana mendadak berubah menjadi remah roti yang siap hancur kapan saja. "Ba-bagaimana kau bisa ada disini?" "Itukah kalimat pertamamu untuk suamimu ini sayang? Setelah kau pergi begitu saja 3 tahun yang lalu?" "Kau bukan suamiku!" teriak Renggana emosi. Baginya, pria berwajah bak dewa itu bukanlah suaminya. Dia hanya iblis yang terkurung dalam tubuh manusia. Terdengar suara geraman dari mulut laki-laki tersebut. Rahangnya nampak jelas mengeras hingga otot wajahnya menegang. Gemertak gigi yang saling bergesekan seolah membuat seluruh syaraf tubuh Renggana mendadak mati. Perempuan itu benar-benar ketakutan. "Cukup Nana. Jika kau lanjutkan cara bicaramu yang seperti ini. Akan kupastikan hari ini semua temanmu akan menjadi tunawicara." Pias sudah wajah perempuan yang baru saja menginjak usia 24 tahun tersebut. Wajahnya pucat pasi karena tahu itu semua bukanlah sekadar ancaman saja. Apa yang dikatakan oleh Edzsel pasti akan menjadi kenyataan. "Kemarilah ... dan semua temanmu akan kubiarkan hidup dengan tenang." Tangan lelaki itu terulur kedepan. Menawarkan perlindungan pada istrinya yang masih terlihat ketakutan bahkan walau hanya berdekatan saja dengannya. Renggana masih diam terpaku dan memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa selamat dari genggaman pria gila ini. Tapi mengingat nyawa kawan-kawannya menjadi taruhan, tak pelak membuat Renggana memilih untuk menyerah saat ini. Dia berjalan gontai mendekat kepada suaminya, yang kini sedang tersenyum penuh kemenangan sembari menatapnya. Terinspirasi dari lagu "Lily" Alan Walker. Nb: Sudah prnah kujelaskan di story sebelah ya (Kita: Judges), kalau aku itu gk terlalu like sm tipe manipulatif yg tdk terkalahkan. Jd di sini, protagonisnya emang bkn tipe yg diem2 bae di posesifin, oke? Aku gk suka kalau perempuannya lemah.😂 Ya ... dicoba baca dulu lah biar tahu:v Cover by Can
TRAPPED✓ by beverly_be
44 parts Complete Mature
𝐖𝐚𝐫𝐧𝐢𝐧𝐠🚩: 𝐏𝐬𝐲𝐜𝐡𝐨𝐥𝐨𝐠𝐢𝐜𝐚𝐥, 𝐦𝐚𝐭𝐮𝐫𝐞, 𝐝𝐚𝐫𝐤 𝐫𝐨𝐦𝐚𝐧𝐜𝐞, 𝐟𝐨𝐫𝐜𝐞𝐝 𝐢𝐧𝐭𝐢𝐦𝐚𝐜𝐲, 𝐨𝐛𝐬𝐞𝐬𝐬𝐢𝐨𝐧, 𝐦𝐚𝐧𝐢𝐩𝐮𝐥𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧, 𝐭𝐫𝐮𝐬𝐭 𝐢𝐬𝐬𝐮𝐞, 𝐯𝐢𝐨𝐥𝐞𝐧𝐜𝐞, 𝐦𝐞𝐧𝐚𝐜𝐞, 𝐜𝐨𝐞𝐫𝐜𝐢𝐨𝐧, 𝐜𝐨𝐧𝐭𝐫𝐨𝐥-𝐟𝐫𝐞𝐚𝐤, 𝐚𝐧𝐠𝐬𝐭. 21+ Romeo Hauteville adalah pria cerdas namun memiliki sikap menjerat. Suatu hari, ia melihat Iris Sofia, seorang perawat rumah sakit jiwa, saat ia tak sengaja melihatnya. Tatapan Iris yang hangat, suaranya yang lembut, dan senyumnya yang seperti cahaya di ruang sunyi, menggoreskan sesuatu yang tak bisa dijelaskan dalam benak Romeo. Obsesi pun tumbuh. Tak bisa menahan hasrat untuk lebih dekat, Romeo mengambil keputusan gila: ia akan menjadi pasien. Ia mulai bertingkah seperti anak kecil, menggambar dengan krayon, memeluk boneka rusak, semua demi satu tujuan: berada di bawah perawatan Iris. Hari-harinya diisi dengan pura-pura, tetapi pikirannya tajam dan mengamati. Ia tahu siapa saja yang dekat dengan Iris, tahu pola makannya, cara jalannya, bahkan wangi parfum yang berubah setiap dua minggu. Dan semakin hari, batas antara akal dan delusi mulai kabur. Iris, yang penuh empati namun merasa ada yang janggal. Pasien bernama Romeo ini terlalu sadar, terlalu... menatap. Tapi ia tak bisa menjauh, seperti ada magnet tak kasat mata yang menariknya pada bahaya. Ketika sisi tergelap Romeo mulai muncul perlahan, Iris terperangkap dalam permainan manipulasi dan keputusasaan, hingga ia harus memilih: bertahan dalam bayang-bayang obsesi, atau melawan pria yang mungkin lebih waras daripada semua orang di dalam rumah sakit itu. Kisah tentang obsesi, kegilaan yang disengaja, dan cinta yang tumbuh di antara kepalsuan-menyisakan pertanyaan. °°°°°
You may also like
Slide 1 of 8
Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel cover
Two Sadistic Side (POST ULANG) cover
RINDU YANG TERSESAT  cover
Crazy Love cover
Mawar di Balik Jeruji [ON GOING] cover
DEVOTEE DEVIL {END} ✓ cover
TRAPPED✓ cover
His Fiero cover

Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel

48 parts Complete Mature

"Merindukanku, sayang?" Suara itu. Senyuman iblis itu. Wajah yang tersenyum seolah tak berdosa yang pria itu tunjukkan membuat hati Renggana mendadak berubah menjadi remah roti yang siap hancur kapan saja. "Ba-bagaimana kau bisa ada disini?" "Itukah kalimat pertamamu untuk suamimu ini sayang? Setelah kau pergi begitu saja 3 tahun yang lalu?" "Kau bukan suamiku!" teriak Renggana emosi. Baginya, pria berwajah bak dewa itu bukanlah suaminya. Dia hanya iblis yang terkurung dalam tubuh manusia. Terdengar suara geraman dari mulut laki-laki tersebut. Rahangnya nampak jelas mengeras hingga otot wajahnya menegang. Gemertak gigi yang saling bergesekan seolah membuat seluruh syaraf tubuh Renggana mendadak mati. Perempuan itu benar-benar ketakutan. "Cukup Nana. Jika kau lanjutkan cara bicaramu yang seperti ini. Akan kupastikan hari ini semua temanmu akan menjadi tunawicara." Pias sudah wajah perempuan yang baru saja menginjak usia 24 tahun tersebut. Wajahnya pucat pasi karena tahu itu semua bukanlah sekadar ancaman saja. Apa yang dikatakan oleh Edzsel pasti akan menjadi kenyataan. "Kemarilah ... dan semua temanmu akan kubiarkan hidup dengan tenang." Tangan lelaki itu terulur kedepan. Menawarkan perlindungan pada istrinya yang masih terlihat ketakutan bahkan walau hanya berdekatan saja dengannya. Renggana masih diam terpaku dan memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa selamat dari genggaman pria gila ini. Tapi mengingat nyawa kawan-kawannya menjadi taruhan, tak pelak membuat Renggana memilih untuk menyerah saat ini. Dia berjalan gontai mendekat kepada suaminya, yang kini sedang tersenyum penuh kemenangan sembari menatapnya. Terinspirasi dari lagu "Lily" Alan Walker. Nb: Sudah prnah kujelaskan di story sebelah ya (Kita: Judges), kalau aku itu gk terlalu like sm tipe manipulatif yg tdk terkalahkan. Jd di sini, protagonisnya emang bkn tipe yg diem2 bae di posesifin, oke? Aku gk suka kalau perempuannya lemah.😂 Ya ... dicoba baca dulu lah biar tahu:v Cover by Can