Unspeakable

Unspeakable

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 10, 2021
WpInfo
Fiction
Mystery
Kehidupan, kebahagiaan, pekerjaan, kesulitan, proses perkembangan, dan seseorang. Aku tak mengerti apa arti itu semua. Ada satu hal yang kumengerti. Ialah, 'Perasaan'. Sedikit demi sedikit luka baru meninjuku tak berbelas kasih. Belum sempat kupahami, luka itu terus menghantamku. Seakan memang akulah orang yang berdosa, yang pantas aku dapatkan. Namun, sesuatu kusadari. Luka-luka itu kurasakan dengan perasaanku. Sembuh dengan sendirinya walaupun masih membekas. Kini aku mengerti itu semua. Sebuah penyesalan yang tak berujung, namun tak apa. Aku bisa mengatasi krisis ini. "Karena aku ini anakmu, ayah." . ●WARNING!!! CERITA INI MENGANDUNG KEKERASAN! .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • MATI RASA
  • don't leave daddy CH2 (END)
  • ON REMEMBERING
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Self Injury's(complete)✔
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines