Setitik Pena [ HIATUS ]

Setitik Pena [ HIATUS ]

  • WpView
    Reads 233
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 1, 2022
"si anak terakhir yang dituntut lebih sukses dari kakak kakaknya; namun terkadang tidak didukung oleh keadaan" -Novielin, S.E 'Sedang berada di fase bingung mikirin masa depan?' 'Suka insecure sama temen sendiri yang bisa punya ini itu?' 'Merasa bingung sama perasaan diri sendiri?' 'Atau merasa tertekan dengan tuntutan orangtua walaupun kita tau maksud mereka baik?' Mungkin; Cerita ini bisa jadi jawaban dari pertanyaan di benak kalian wahai para remaja puber; . . . Perlu saya ingatkan, bahwa saya menulis cerita ini bukan karena saya sudah merasa paling bijak ataupun sebagainya; Saya masih sangat pemula dalam menulis cerita, jadi bisa dimaklumi jika kata kata yang saya gunakan masih sangat awam; . . . Pesan: "Jadilah pembaca yang bijak, menilai sebuah cerita bukan dari cover, jumlah followers, atau deskripsi nya saja;" "Karena nyatanya, sebuah cerita akan lebih menarik jika kita punya rasa penasaran dalam membacanya' Dan hargai karya penulis dengan mem-vote cerita ini dan follow akun Wattpad/Instagram penulis (Jika kamu tertarik) SALAM
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • ALVIN (On Going)
  • ALEYA~~
  • Rain of Lies (End)
  • The Rainy Night || End.
  • Constellations From The Room
  • TIME will TELL {On Going}

Peringatan!! 16+ Kembali ke masa dimana ayah dan bunda ku waktu mereka masih remaja? Ah! Tidak mungkin. Keluarga? Seperti yang kalian tahu, semua keluarga adalah tempat yang terbaik untuk pulang. Lalu bagimana dengan kita yang bernasib lebih percaya orang luar daripada keluarga sendiri? Itulah aku, Karin begitu juga dengan Raga; si anak pertama. Kini kalian tahu, aku lebih tahu. Namun ku tutupi itu semua dengan perban. Perban yang tak terlihat. Apa itu? Tertawa dan senyum. Apa aku harus pergi ke masa lalu agar bunda dan ayah bisa mencintai sedari dulu dan memperbaiki semua? Ayah memang agak keras orangnya, apalagi ayah katanya dulu anak band, namun cita-citanya harus terkubur karena tuntutan ayahnya(kakek ku). Kejadian saat konser juga dialami ayah, yang membuat ia trauma, sehingga tidak memperbolehkan anaknya untuk membuat anggota band. Ternyata bunda dan ayahku memiliki trauma masing-masing, yang membuat mereka terkadang melampiaskan satu sama lain. Peringatan🚨: •Ini cerita murni yang dibuat sendiri. •Jangan menjiplak cerita, karena ada undang-undangnya sendiri. •Jika ada sedikit kesamaan cerita, itu tidak kesengajaan, terimakasih. -salam sastra- Author by: Soraya Happy reading y'all!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines