AVIKA(ON GOING)

AVIKA(ON GOING)

  • WpView
    Membaca 264
  • WpVote
    Vote 52
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Apr 27, 2021
"Bahkan orang yang lo perjuangkan lebih memilih untuk memperjuangkan orang lain yang lebih baik dari lo" ~Avika Alexander "Emang ya,rasa iri dapat membuat mata hati tertutup sehingga tega menyakiti orang terdekatnya." -Alvaro Bimantara "Jadikanlah diri lo sebagai sumber kebahagiaan orang yang lo sayang,bukan sumber penderitaan dari orang yang lo sayang." -Viki Alexander " Rumah yang besar,tidak menjamin bahwa keluarga yang didalamnya selalu harmonis dan bahagia" -Rina Alexander "Hanya karena satu kesalahan,manusia lupa dengan seribu kebaikan" -Alexander Abraham "Jangan hanya karena rasa iri,kalian menyakiti orang terdekat kalian,karena suatu saat akan ada masa dimana kalian akan menyesali semuanya." -Tika Alexander "Sebagai sahabat kita harus selalu mensuport keputusan sahabat kita,bukan malah merecoki ataupun mencampuri urusan mereka. -Keysha Anggara "Mulut diciptakan didepan supaya tidak berbicara dibelakang!" -Ester Andriani Tretettetetetet..... Dahh lahh sinopsis nya dikit aja biar pada penasaran wokawok😂 Bahasa yang gue pakek itu non baku. Tanda baca salah-salah. Kata-kata masih berantakan Gimana kisah mereka? Kepo?Yukk cuss bacaa😂 Jan lupa Vote dan coment ,karena Vote dan Coment itu nggak bayar,cuma gerakin jempol satu kali doang.😂
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#28
varo
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Don't Talk About Money
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • F A K E ? [End]
  • DIVIDED LOVE
  • Him | Park Jisung (END)
  • the other side
  • Aku Bukan Dia ( kita Berbeda )
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • My Life

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan