Too late

Too late

  • WpView
    Reads 414
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Wed, Jun 1, 2022
Benda yang tak sengaja ia dapatkan dari seorang wanita pada pameran seni tahunan memberikan begitu banyak perubahan pada hidupnya. Petunjuk demi petunjuk membimbingnya pada suatu kebenaran. Kisah seorang pencipta seni lukis yang juga menciptakan sendiri kehancuran keluarganya. Apakah kehancuran itu seni baginya? Ambisi besar akan menghancurkan mu jika kau terlalu terbuai akannya. Petualangan ini dimulai dengan sebuah LUKISAN ~ vote dan komen berpengaruh besar pada semangat author buat publish. Jangan lupa share juga cerita ini ya (づ ̄ ³ ̄)づ
All Rights Reserved
#64
karma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kelam
  • A Living Hell: Déville's Obsession
  • Villainess Illusion
  • NocturnighT
  • Sudut Luka Nazea
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • Takdir Kalea [Revisi]
  • MY JOURNEY [Tahap Revisi]
  • The Pain We Never Said
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
Kelam

Judul awal: Shadows of Wrath ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ ⚠️CERITA SENSITIF⚠️ ⚠️KAWASAN 1718+⚠️ ⚠️MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN, EKSPLOITASI & ADEGAN PEMBUNUHAN⚠️ ••• Sebelum namanya berubah, Kelam pernah dikenal dengan nama yang sangat indah; Naraya Maarisha. Dibalik keindahan nama penuh makna itu tersembunyi kisah kelam yang penuh luka dan kegelapan. Perjalanan hidup penuh dengan rasa sakit akibat penderitaan yang tanpa henti ia terima dari kedua orang tuanya, membuat Naraya terjerumus ke dalam bayang-bayang hitam yang terus menghantui di setiap langkahnya. Dendam, kemarahan yang membara, mendorong Naraya untuk mengganti nama menjadi Kelam yang keras, haus darah, tidak memiliki belas kasih dan siap membalas segala ketidakadilan yang telah menimpanya. ••• "Keadilan tidak pernah datang padaku meski aku menangis darah. Oleh karena itu biarkan aku menjemputnya sendiri dengan tanganku, meski harus melalui jalan yang dipenuhi dendam dan kebencian."

More details
WpActionLinkContent Guidelines