Goresan Luka

Goresan Luka

  • WpView
    Reads 260
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 14, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
( SEBELUM BACA FOLLOW TERLEBIH DAHULU! ) "Aku mau kamu nikah dengan Mas Devan," Deg "A-apa? m-maksud kakak?" "Aku mau kamu jadi madu ku." Bagai disambar petir di siang bolong, Sabrina harus merelakan dirinya menjadi madu dari kakak nya sendiri. Terlebih, calon suami sekaligus kakak ipar nya itu adalah dosennya sendiri. Bagaimana dengan kuliah serta sahabatnya? Akankan pernikahan itu bisa ia tutupi selamanya? Skuy dibaca:) © Copyright by TulisanPrincess
All Rights Reserved
#260
kampus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUKAN PILIHAN KU
  • 🖤Rahasia diantara kita
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • Ready Or Not! [COMPLETED]
  • VAREN: Imperfect Husband
  • The Affair ended Beautifull (End)
  • Penyesalan
  • Serpihan Luka
  • Aku Yang Tak Dianggap

Cinta tak selalu dimenangkan oleh mereka yang saling mencintai tapi cinta itu tentang bagaimana cara kita ikhlas. Di balik cadarnya, Aisyah Humeyrah menyimpan luka yang tak terlihat-dijodohkan dengan pria dari mazhab berbeda, hidup dalam rumah yang sepi meski ada dua orang di dalamnya. Ia masih belum lulus dari pondok, tapi sudah harus menunaikan bakti sebagai istri. Sementara itu, Imam-pemuda yang mencintainya dalam diam-hanya mampu mencintai dari kejauhan, dengan doa yang tak pernah putus. Pernikahan yang awalnya tampak tenang berubah menjadi luka-luka kecil yang terus ditelan Aisyah dalam diam. Mas Hadi, suaminya, semakin sibuk dengan dunia sendiri, memperlakukannya seolah tak lebih dari pelengkap rumah. Di tengah keterasingan itu, Aisyah tetap mengajar, tetap belajar, dan tetap sabar. Tapi sampai kapan kesabaran bertahan jika cinta hanya berjalan satu arah? Ini adalah kisah dua insan yang terpisah oleh takdir, mazhab, dan dinding rumah yang tak memantulkan cinta. Tapi di antara sabar dan ikhlas, mereka belajar satu hal: bahwa mencintai bukan selalu memiliki, tapi mendoakan dalam senyap, hingga langit sendiri yang menjawab.

More details
WpActionLinkContent Guidelines