Rekaman Suara

Rekaman Suara

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 19, 2023
Seorang mantan tentara, Horace Gidden, menemukan keranjang berisi bayi yang bernama Jourhan Altani disungai. Bukan hanya bayi, dia juga menemukan tombak misterius yang dapat mengeluarkan rekaman suara. Horace memutuskan untuk memberi bayi itu kepada temannya yang belum memiliki seorang anak. Setelah menjalani keseharian yang damai, tampaknya hari damai seperti ini akan menemui akhirnya. Bertemu dengan seorang bangsawan yang narsistik, hidup Horace dan lainnya tidak akan tenang begitu saja. Ini hanya permulaan. Sebuah permulaan untuk menyingkap kultus misteri di latar abad pertengahan dan sejarah dunia yang berubah menjadi neraka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DOSA DIAM
  • NECROPOLIS
  • The Perfume of Dying Roses
  • Ibu Susu untuk Bayi Gaib
  • B A P O
  • LOVE
DOSA DIAM

Di balik pagar tinggi dan lantunan ayat yang terus mengalun, ada tempat yang tampak damai. Setiap hari diatur oleh jadwal yang sama, suara azan yang memanggil, dan wajah-wajah yang seolah tenang. Tapi ketenangan tak selalu berarti aman. Beberapa datang ke tempat itu untuk mencari ilmu, sebagian untuk mencari arah. Namun ada yang datang membawa beban yang tak kasat mata, beban yang tak bisa ditinggal di luar gerbang. Di dalam kamar-kamar sempit dan lorong-lorong yang tak pernah benar-benar sepi, sesuatu mengintai. Bukan sosok. Tapi perasaan. Tekanan. Dendam. Dan rasa bersalah yang tak pernah padam. Apa yang terjadi di masa lalu seolah terkubur rapi. Tidak ada yang berani membicarakannya, apalagi menanyakan. Tapi diam tidak pernah benar-benar memadamkan kebenaran. Ia hanya menundanya... sampai waktunya tiba untuk muncul dalam bentuk yang tak terduga. Dan ketika suara-suara samar mulai terdengar saat malam tiba, ketika tatapan menjadi dingin dan doa-doa terasa hampa-seseorang tahu bahwa tempat itu tidak lagi menjadi tempat berlindung. Tapi medan perang yang sunyinya bisa membunuh siapa saja yang memilih tetap diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines