We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rekaman Suara

Rekaman Suara

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 19, 2023
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Seorang mantan tentara, Horace Gidden, menemukan keranjang berisi bayi yang bernama Jourhan Altani disungai. Bukan hanya bayi, dia juga menemukan tombak misterius yang dapat mengeluarkan rekaman suara. Horace memutuskan untuk memberi bayi itu kepada temannya yang belum memiliki seorang anak. Setelah menjalani keseharian yang damai, tampaknya hari damai seperti ini akan menemui akhirnya. Bertemu dengan seorang bangsawan yang narsistik, hidup Horace dan lainnya tidak akan tenang begitu saja. Ini hanya permulaan. Sebuah permulaan untuk menyingkap kultus misteri di latar abad pertengahan dan sejarah dunia yang berubah menjadi neraka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bayang Dibalik Hijab (Ending)
  • LOVE
  • STEEL DOMINION 🗡🛡🩸
  • The Perfume of Dying Roses

FOLLOW FOR ME ****** Nazwa, seorang gadis berhijab yang berasal dari Indonesia diadopsi sedari bayi oleh pasangan asal Korea, memulai kehidupannya di sekolah favorit dengan penuh harapan. Namun, harapannya segera hancur ketika dia menjadi sasaran perundungan kejam oleh sekelompok siswa tak bermoral. Mereka tidak hanya merenggut martabatnya, tetapi juga nyawanyaRight g4R meninggalkannya di gudang sekolah tanpa belas kasih. Saat ditemukan, keluarganya hancur. Ayah kandung dan ayah angkatnya menolak menerima kenyataan pahit tersebut. Dalam keputusasaan, mereka memilih jalan yang gelap membawa Nazwa ke seorang dukun untuk menghidupkannya kembali. Namun, yang bangkit bukan lagi Nazwa yang mereka kenal. Jiwa gadis itu kini ditempati oleh kekuatan dari alam lain sebuah entitas yang haus akan balas dendam. Satu persatu, para pelaku mulai merasakan ketakutan yang mencekam, teror yang tidak bisa mereka jelaskan. Nazwa, dengan sosoknya yang tak lagi manusiawi, kembali untuk menuntut keadilan atas rasa sakit yang pernah mereka timpakan padanya. Tidak ada yang bisa lari, tidak ada yang bisa sembunyi dari bayang di balik hijab yang kini menuntut darah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines