ADIOS°||Bright♡

ADIOS°||Bright♡

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Mar 27, 2021
"EL-MIRA ANDIN PARIWANGSA.Remaja cantik berasal dari kota Jakarta.Usia nya mendekati 17 tahun yang saat ini kelas 12 SMA di SMA Negeri 1 Nusa Bangsa. Ia Memiliki sahabat lelaki yang sejak kecil selalu bersama nya, sekaligus tetangganya. Ia dan sahabatnya mencoba untuk mendefinisikan segala sesuatu yang berhubungan dengan hidup dan kematian,dari apa yang mereka alami di kehidupan dunia saat ini. Hingga akhirnya satu persatu hilang perlahan. Lahir, Balita, Remaja, Dewasa, Tua, kemudian Mati. Adalah hak mutlak bagi kehidupan". _______________________________________________ "Benarkah kau tak ingin kembali? Aku tau Surga disana lebih indah. Namun, bukan kah kurang sempurna jika hidup di surga tanpa aku? Jadi, angkat aku sebagai teman surga mu atau kembali ke dunia bersama ku? " ______________________________________________ "Di mohon untuk selalu bijak dalam membaca, dan kejadian, tokoh, latar belakang maupun ucapan merupakan khayalan belaka. Mohon maaf jika banyak kesalahan karena saya seorang pemula. Cerita ini mengandung Konten dewasa,baik dari segi ucapan maupun perilaku. Sekali lagi, ini hanya sebuah konten cerita yang hadir untuk menghibur anda. Bukan untuk menjerumuskan ataupun mengalihkan sudut pandang pembaca. Terimakasih! "
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • JEVANGAR (Sequel Zayyan Harquel) ✓ Terbit ‼️
  • SKALETTA [END]
  • Arsyilazka
  • AXELLE [END]
  • GALANG [SELESAI]
  • BEDA DUNIA
  • Nedrian's Sibling [Book 3]
  • SWITCH [End]

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines