REMBULAN

REMBULAN

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 12, 2021
Plak "Sakit Bintang , kenapa sih kamu terus memperlakukan aku kaya gini , aku salah apa sama kamu hiks" isakan tangis terdengar sangat memilukan , tapi cowok itu seperti menulikan pendengarannya. "Salah lo? LO MASIH GAK NYADAR SAMA KESALAHAN LO HAH? EMANG DASAR NYA LO ITU CEWEK MURAHAN , GAMPANGAN , RENDAHAN , GAK JAUH BEDA SAMA JALANG" teriak cowok itu tepat ditelinga seorang gadis itu . "IYA AKU MEMANG CEWEK MURAHAN , GAMPANGAN , RENDAHAN , TERUS KENAPA KAMU GAK PUTUSIN AKU AJA HAH." teriak gadis itu tak kalah keras , membuat cowok didepannya tersulut emosi. ‌Bintang langsung mencengkram kuat dagu Bulan , tanpa memperdulikan isakan Bulan. ‌ ‌"Oh jadi lo udah mulai berani bentak gua hm? Kira kira hukuman apa ya yang cocok buat gadis pemberontak kaya lo." ucap Bintang , membuat Bulan merinding ia harus mempersiapkan fisik dan batin nya setelah ini. ‌ ‌"Sakit Bintang , aku bisa ah" ucapan gadis itu terpotong karena Bintang tiba tiba menjambak rambutnya sangat kuat. ‌ ‌
All Rights Reserved
#431
rembulan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When You Come
  • Antara Bulan dan Bintang
  • Epilog Tanpa Prolog
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • Alice & Adrian
  • BulBin (END)
  • BULAN (END)
  • Mentari Tanpa Sinar
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • VAGALDARA [TERBIT]

(SELESAI) [2018 WATTYS AWARD WINNER, CATEGORY "HIDDEN GEMS"] Bayangkan saja jika kamu harus selalu tersenyum dan hangat, disaat segala masalah menerjangmu. Sama halnya dengan kisah ini, yang menuntut sang Mentari untuk tetap tegar, meski raganya memaksa untuk runtuh. Oleh karena itu, memang sang Mentari dapat bersinar dan begitu hangat, tetapi semua berubah saat malam. Segala beban yang dia sembunyikan dibalik sinar dan kehangatannya keluar bersama angin malam yang begitu dingin. Di saat itu, si Bulan datang sebagai setitik cahaya. Menemani sang Mentari yang sendu dan lelah dengan segala beban di pundaknya. Ini adalah cerita penuh suka dan duka. Segala pelajaran dapat kamu petik di sana. Semua tentang pentingnya kasih sayang keluarga, perjuangan cinta, dan setianya sahabat. Terakhir, kamu akan mengetahui tentang sinar palsu Mentari dan cahaya tulusnya Bulan. Siapkan hatimu, air mata, dan suara untuk tertawa karena kamu akan hanyut dalam ceritanya. Copyright©2018-All Rights Reserved ~vonelist (MAAF TYPO BERTEBARAN) •Thank you for read, vote, and comment •SEMOGA SUKA💕 •DILARANG copas ya😘

More details
WpActionLinkContent Guidelines