We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
REMBULAN

REMBULAN

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 12, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Plak "Sakit Bintang , kenapa sih kamu terus memperlakukan aku kaya gini , aku salah apa sama kamu hiks" isakan tangis terdengar sangat memilukan , tapi cowok itu seperti menulikan pendengarannya. "Salah lo? LO MASIH GAK NYADAR SAMA KESALAHAN LO HAH? EMANG DASAR NYA LO ITU CEWEK MURAHAN , GAMPANGAN , RENDAHAN , GAK JAUH BEDA SAMA JALANG" teriak cowok itu tepat ditelinga seorang gadis itu . "IYA AKU MEMANG CEWEK MURAHAN , GAMPANGAN , RENDAHAN , TERUS KENAPA KAMU GAK PUTUSIN AKU AJA HAH." teriak gadis itu tak kalah keras , membuat cowok didepannya tersulut emosi. ‌Bintang langsung mencengkram kuat dagu Bulan , tanpa memperdulikan isakan Bulan. ‌ ‌"Oh jadi lo udah mulai berani bentak gua hm? Kira kira hukuman apa ya yang cocok buat gadis pemberontak kaya lo." ucap Bintang , membuat Bulan merinding ia harus mempersiapkan fisik dan batin nya setelah ini. ‌ ‌"Sakit Bintang , aku bisa ah" ucapan gadis itu terpotong karena Bintang tiba tiba menjambak rambutnya sangat kuat. ‌ ‌
All Rights Reserved
#275
badgrils
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BULAN (END)
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Because I'm Stupid (End)
  • Antara Bulan dan Bintang
  • RAIN [END]
  • Alice & Adrian
  • 𝐁𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐭𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐢𝐭
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Pelangi untuk Hujan(on going)

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines