Metanoia

Metanoia

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 13, 2021
Metanoia ▬▬▬▬▬ Satu-satunya hal yang membuat Rania tahan terhadap pembully-nya adalah jurnal merahnya. Di sana, di buku usang pemberian ayahnya itu, ia selalu bisa mencurahkan segala isi pikiran dan hatinya melalui puisi. Baginya, merangkai kata-kata membentuk susunan indah adalah satu-satunya jalan ia bebas mengeluarkan emosinya tanpa harus takut ada orang yang menghakimi. Rania sama sekali tidak berencana memperlihatkan puisinya kepada siapapun. Namun, ketika anak baru di kelasnya tidak sengaja melihat isi jurnal merahnya itu, hidup Rania perlahan mulai berubah. Dalam artian yang baik dan buruk.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CALISYAQIB (About a hope) (Hiatus)
  • Cinta Haluku Menjadi Nyata
  • Wrong Love ( MASIH REVISI )
  • Arunika
  • [END] When the Stars are Tired
  • EPIPHANY
  • I'm not Raya [√]

"INGAT,!! Banyak yang menyukaimu bukan berarti, tidak ada yang membencimu. Bahkan orang terdekat sekalipun bisa menjadi orang yang membencimu, Dan berhati-hati pula lah dengan kata dendam. Karna dendam, bisa merubah segalanya." ••• Hidup adalah perjalanan yang penuh naik turun, dengan adanya kebahagiaan dan kesedihan. Kuncinya adalah belajar untuk menerima dan menghargai keduanya, karena keduanya sama penting untuk membentuk pribadi yang lebih kuat dan bijaksana. Bagaimana bisa seorang gadis yang selalu ceria, ternyata memiliki banyak keinginan yang seharusnya nya di keluarkan tetapi, malah di Pendem. Dan semua keinginannya tak terpenuhi. Sebab itu lah Dirinya merasa di kengkang, di atur-atur. Semua anak berhak mengeluarkan suaranya, bukan!? Si gadis manis dengan bola mata azure yang selalu beranggapan dirinya adalah seorang strik parents. IKHLAS dan MENERIMA, Dua kata lucu dalam hidupnya. Kalau bukan dua kata itu apalagi?? Ternyata dibalik semua larangan kedua orang tuanya, menyimpan hal-hal yang dirinya sendiri tidak tau, hanya YANG TEBAIK BUAT DIRINYA. Kata Yang selalu kedua orang tuanya ucap.

More details
WpActionLinkContent Guidelines