Rumit. Hanya itu yang bisa menggambarkan kisah mereka saat ini. Tak hanya perihal hati dan perasaan yang rasanya begitu sulit dijabarkan bahkan dengan semua kosakata yang ada di muka bumi ini, kehidupan mereka pun layaknya benang kusut yang mustahil untuk kembali diluruskan.
Mungkin hanya kata 'menyerah' yang bisa membuat mereka lepas dari semua kenyataan pahit yang ada.
"Biarkan hanya aku yang merasakan luka dan lelahku, kalian cukup nikmati saja tawaku"-- Karunasankara Narendra Tanaka.
Karena bagi dia berpura-pura bahagia adalah cara untuk mengurangi beribu lelahnya.
"Sebelum Tuhan memanggilku, aku hanya ingin menjadi berharga dimata Ayah.."