We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
MINE
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 14, 2021
WpInfo
Fanfic
Tagsfanfic
"Kau tahu; orang mengatakan bahwa kita bukanlah seperti yang kita pikirkan," Matanya mengamatinya. Dia menekan tubuh gadis itu yang gemetar, jari-jarinya menelusuri kulit pucatnya, senyum bengkok muncul, cocok dengan ekspresinya yang menakutkan. Marshall perlahan mundur darinya. Dia tahu dia tidak bisa bertindak seperti itu,tapi dia tidak bisa menahannya,gadis itu tanpa sadar menantangnya. "Oh Emilia, kenapa kau selalu begitu naif?" Senyumannya semakin membesar saat dia melihat wajahnya yang kebingungan. "Pergilah bersembunyi sampai semua orang pulang. Sembunyi sampai semua orang melupakanmu. Sembunyi sampai semua orang mati. Dan pada akhirnya tidak akan ada yang tersisa. Hanya kau dan aku Jadi mari kita bermain petak umpet, oke? "
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kebodohanmu Akhir Cerita Kita (TELAH TERBIT)
  • New Life As Undead {REVISI}
  • BHS
  • Wrong Dream
  • Naura & Lukanya
  • Sugar Mommy (FreSha)
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • Coincidence & The Regret (markoeun + jaeminhina)
  • [Terjemah] SAVE ME, KEEP ME | MarkChan GS ✔️

Cape ga sih nunggu seseorang buat peka dan membalas perasaan kita? Ya begitulah yang aku rasakan saat ini, menunggu tanpa ada nya kepastian, berharap tanpa tahu apa hasil dari yang kita harapkan. "Kamu tau kan kalau aku itu cinta sama kamu" ucap Andira kecewa matanya mulai berkaca-kaca. "Ya aku tahu itu, tapi bisa gak sih kamu bersikap dewasa?" Balas Dimas dengan cuek. "Kurang dewasa apa sih aku ini? Aku selalu salah dimata kamu" ucap Dira kecewa. "Kamu harusnya sadar dong. Kamu tuh egois memikirkan perasaan kamu sendiri" Bentak Dimas. "Jadi ini caramu untuk membalas cintaku?" Ucap Andira menangis. "Aku cuma mau kamu kasih aku waktu buat ini, semuanya butuh proses" Jawab Dimas dengan menghela nafas. "Harus sampai kapan aku terus menunggu kamu?" . "Ya sampai aku ada perasaan yang sama kaya kamu". "Tapi kapan?". "Sampai aku benar-benar yakin sama kamu bahwa kamu adalah seseorang yang aku pilih karena hati bukan karena nafsu sesaat". "Kalau itu mau kamu, oke aku bakal nunggu kamu. Tapi tak selamanya"

More details
WpActionLinkContent Guidelines