Story cover for GUISE by WifeChanyeol04
GUISE
  • WpView
    LECTURAS 42
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 42
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado mar 12, 2021
Bagaimana jika ternyata orang yang paling kau percaya selama ini memiliki kepribadian yang 180° berbeda dari yang biasa kau lihat.

"Tidak semua orang dapat dipercaya, mereka memakai topeng"
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir GUISE a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#548misterius
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Behind The Smile cover
DREAM QUEEN | END cover
SECRET cover
Jeff || The Devil Second Lead (End) cover
Treachery cover
MYKAILA TRANSMIGRASION cover
Inside [ON REVISION/REWRITE] cover
Topeng cover
Trust cover
Pretended || Avoidant ✅ cover

Behind The Smile

41 partes Continúa

Ini tentang Shaila, yang mengalami gangguan kesehatan mental dan berulang kali mencoba bunuh diri. Shaila suka membuat onar, melemparkan kalimat menyakitkan, lalu bersikap seolah tak ingat apa-apa. Hingga suatu hari ia mengalami teror mengerikan dan sejak saat itu kenangan buruk di masa lalunya terus berputar seperti kaset rusak. Kenali juga, Caramel, yang selalu disalahkan dan dibandingkan. Diam-diam Caramel gemar merokok bahkan mengonsumsi alkohol. Diam-diam juga, Caramel sangat takut pada keramaian. Kalian pun akan bertemu Fathia, yang selalu mengenakan masker karena rasa tak percaya diri dengan wajahnya yang berjerawat. Sering mencintai dengan tulus, tapi tak pernah dicintai kembali dengan tulus. Terakhir, Eveline, yang selalu dijadikan bahan lelucon karena tubuhnya besar. Hingga jatuh hati pada seorang lelaki dingin dan penggila game membuat Eveline bertekad untuk merubah dirinya. Setiap orang memiliki rahasia yang tak boleh diketahui dunia, kenangan buruk yang tak mau diingat dan rasa sakit yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jadi ... topeng apa yang mereka gunakan untuk menutupi masalah? Jika topeng itu hancur, mana yang mereka pilih; menyatukan kembali puing-puing topeng dan tak memberi jeda untuk menangis atau menyerah karena kalah dalam kepura-puraan?